Sidang Putusan Ditunda, Korban Penggusuran Eks Pasar Griya Kesal


RUDI Hartono Hasan, salah satu korban penggusuran eks Pasar Griya, saat diwawancarai di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 25/3/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang menunda sidang putusan ihwal gugatan penggusuran Pasar Griya. Korban penggusuran pun merasa kesal atas penundaan tersebut.

Berdasar informasi, sidang ditunda selama dua pekan. Sidang dengan agenda putusan akan dilanjutkan kembali pada 9 April mendatang.

“Tanggapan kami sebagai warga ya kesal. Sebab, (perkara) ini kan sudah berlarut-larut, sejak Desember lalu,” kata Rudi Hartono Hasan (42), salah satu korban penggusuran eks Pasar Griya, di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 25/3/2019.

Menurutnya, persidangan itu telah menyita banyak waktu warga. Hal itu karena seharusnya warga bisa mencari nafkah untuk makan dan tempat tinggal. Pihaknya sangat kecewa atas penundaan sidang tersebut.

“Pengadilan jangan istilahnya tumpul ke atas runcing ke bawah,” ujarnya.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya di Kecamatan Sukarame secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka sempat menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung selama berhari-hari. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda darurat dari puing-puing. Kemudian, mereka bermukim sementara di halaman DPRD setempat dan bertahan di sana hampir satu bulan.(*)

Baca juga Sidang Putusan, Korban Penggusuran Eks Pasar Griya Demo di PN Tanjungkarang

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Peluru Kenai Mahasiswa UBL, Pemilik Senpi Anggota Polres Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Insiden senjata api (senpi) meletus di Kampus Universitas Bandar Lampung (UBL) melibatkan …