Tujuan Utama Jambore Kupu-kupu Indonesia di Lampung


GAMBAR Jambore Kupu-kupu Indonesia | Facebook Taman Kupu-kupu Gita Persada

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Para pemerhati dan pencinta kupu-kupu akan menghadiri Jambore Kupu-kupu Indonesia. Rencananya, kegiatan berskala nasional itu berlangsung di Taman Kupu-kupu Gita Persada, Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung, 23-24 Maret 2019.

Martinus, Ketua Panitia Kegiatan Jambore, mengatakan, salah satu kekurangan di Indonesia adalah minimnya peneliti. Hal itu karena dana penelitian di Indonesia kecil sekali. Sedangkan, kalau riset itu hanya dilakukan oleh peneliti, maka kekayaan terhadap kupu-kupu itu susah untuk diketahui, mengingat Indonesia luas sekali.

“Nah, salah satu tujuan dari jambore ini adalah membuat orang-orang yang tertarik pada kupu-kupu untuk jadi citizen scientist. Nantinya, mereka akan melaporkan ada kupu-kupu apa di tempat mereka,” kata dia kepada duajurai.co via telepon, Kamis, 21/3/2019.

Sehingga, lanjut dosen Teknik Mesin Unila itu, tujuan jangka panjangnya adalah supaya nanti diketahui pasti berapa ribu jenis kupu-kupu di Indonesia. Sebab, hingga kini, masih belum diketahui secara pasti jumlah keseluruhan. Kalau perkiraan sekitar 3.000 jenis kupu-kupu.

Tujuan lainnya, selama ini, masyarakat melihat kupu kupu itu hanya yang terbang. Padahal, kalau sayang pada kupu-kupunya, maka harus sayang pada ulatnya. Sebab, setiap jenis ulat makan daun yang berbeda. Artinya, kalau ada 3.000 jenis kupu-kupu, maka akan ada 3.000 jenis daun makanan ulat. Jumlah tersebut terbilang banyak.

“Nah, pengetahuan ini hampir tidak ada di Indonesia. Sebab, hubungan antara kupu-kupu itu sangat erat dengan tumbuhan. Jadi, kalau pohonnya tak ada, ya kupu-kupunya tidak ada. Jadi, salah satu tujuan utama kami, selain untuk tahu berapa jenis-jenis kupu di Indonesia, juga melakukan konservasi kupu-kupu. Bagaimana kami bisa menolong kupu-kupu,” ujarnya.

Menurut Martinus, menolong keberlangsungan hidup kupu-kupu bisa dengan cara menanam tanaman yang bisa mendatangkan kupu-kupu di lahan rumah. Mulai memelihara ulatnya dengan menyediakan makanannya.

“Selama ini kan manusia egois, menanam yang dia suka saja. Tapi, kan kita mesti bersedekah juga ke alam, yang kadang tak terpikirkan. Bagian dari sedekah ke alam itu dengan memberi makan ulat yang akan menjadi kupu-kupu,” kata dia.(*)

Baca juga Terbuka untuk Umum, Jambore Kupu-kupu Dihadiri 50 Pemerhati Kupu-kupu

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Pelantikan Presiden, Nanang Ermanto Minta Masyarakat Lamsel Jaga Kekondusifan

WAY PANJI, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto meminta camat, …