Soal Elpiji 3 Kg, Hiswana Migas Lampung Akui Pengguna Masih Salah Sasaran


KETUA Hiswana Migas Lampung Budiono (kemeja putih) didampingi Sekretaris Hiswana Migas Lampung Tahang (pakai kopiah) diwawancarai wartawan di Kantor Hiswana Migas setempat, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Himpunan Wirasawata Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Lampung mengakui bahwa pengguna tabung gas elpiji ukuran 3 Kg masih salah sasaran. Sebab, banyak pengusaha dan rumah makan besar yang menggunakan tabung melon tersebut.

Padahal, peruntukkannya bagi masyarakat tidak mampu. Ketika gas elpiji dibeli dalam jumlah banyak oleh pengusaha, maka kebutuhan gas untuk rumah tangga menjadi berkurang.

“Masih ada beberapa persen yang tidak tepat sasaran, kami akui itu,” kata Ketua Hiswana Migas Lampung Budiono kepada duajurai.co via telepon, Kamis, 14/3/2019.

Dia mengatakan, pihaknya bersama Polda Lampung relatif sering inspeksi mendadak (sidak) terkait pengguna salah sasaran tersebut. Namun, pihaknya hanya bisa memberikan peringatan dan teguran saja, tidak bisa memberikan sanksi.

“(Sebab), belum ada ketentuan hukumnya. Jadi, kami tak dapat memberikan sanksi kepada mereka (pengusaha),” ujarnya.

Meski demikian, sejauh ini, belum ada laporan dari pangkalan di Bandar Lampung ihwal kelangkaan tabung gas elpiji 3 Kg. Jika ada pangkalan yang tidak menjual elpiji atau mengatakan bahwa tidak ada pasokan, maka izin operasionalnya bisa dicabut.

“Saat ini, kondisi pasokan gas ke pangkalan masih aman. Kami juga siap siaga menjelang pemilu serentak, April mendatang,” kata dia.(*)

Baca juga Elpiji 3 Kg di Pangkalan Kedamaian Bandar Lampung Cepat Habis

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Pupuk Kepedulian, Emersia Lampung Buka Puasa Bersama Relasi-Anak Yatim

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Emersia Lampung mengadakan buka puasa bersama relasi, mitra, warga setempat, dan anak …