SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Tuntutan Sama, Ini Beda Pasal Agus BN-Anjar Asmara


JPU KPK Subari Kurniawan | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terdakwa Agus Bhakti Nugroho (BN) dan Anjar Asmara masing-masing dituntut selama empat tahun penjara. Hal itu terungkap dalam korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan (Lamsel).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Subari Kurniawan mengatakan, tuntutan kedua terdakwa memang sama. Namun, pasal yang didakwakan terhadap mereka tidak sama.

“Bedanya, kalau Agus BN sebagai perbuatan berdiri sendiri dari beberapa kejahatan, yaitu Pasal 65 ayat (1) KUHP. Sedangkan Anjar perbuatan berlanjut. Ada beberapa perbuatan, tapi antara perbuatan satu dengan yang lainnya tidak terpisah atau terpaut pada waktu yang lama. Jadi, Pasal 64 ayat (1) KUHP. Di situ letak perbedaannya,” kata Subari di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 14/3/2019.

Selain itu, lanjut dia, keterlibatan terdakwa dalam perkara tersebut dilakukan pada rentang waktu yang berbeda. Terdakwa Agus mulai 2016-2018. Sedangkan keterlibatan Anjar hanya pada 2018.

Sebelumnya, Agus BN dan Anjar Asmara diterima sebagai justice collaborator oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek di Dinas PU-PR Lamsel. Hal itu jadi salah satu pertimbangan meringankan tuntutan kedua terdakwa. Kemudian, terdakwa mengaku terus terang dan menyesali perbuatannya.(*)

Baca juga SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Jadi Justice Collaborator, Hal Meringankan Tuntutan Agus BN-Anjar Asmara

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Zainudin Hasan Dihukum 12 Tahun Penjara-Uang Pengganti Rp66,7 Miliar

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Majelis hakim PengadilanTipikor Tanjungkarang menghukum Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan …