SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Agus BN Dituntut 4 Tahun, Kuasa Hukum Bersyukur


SUKRIADI Siregar, kuasa hukum Agus BN, diwawancarai usai sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 14/3/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terdakwa Agus Bhakti Nugroho (BN) dan Anjar Asmara masing-masing dituntut selama empat tahun penjara, denda Rp250 juta dengan subsider enam bulan kurungan. Hal itu terungkap dalam sidang korupsi proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan (Lamsel) di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 14/3/2019.

Sukriadi Siregar, kuasa hukum Agus BN, menilai, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bijaksana dalam memberikan tuntutan. Berdasar fakta-fakta persidangan, kliennya mengaku secara terus terang.

“Kami menerima, karena itu (tuntutan) sudah sangat rendah. Ancamannya saja empat tahun. Kami sangat bersyukur. Kalau hakim memberikan keringanan, kami lebih bersyukur lagi,” kata Sukriadi usai sidang.

Sementara itu, Wisnu Wardhana, kuasa hukum Anjar, menyatakan, pihaknya tetap akan meminta keringanan. Pihaknya juga telah menyiapkan berkas pembelaan. Sebab, terdapat sejumlah fakta yang perlu dipertegas agar bisa lebih meringankan Anjar.

“Tapi, mengenai tuntutan minimal, kami terima kasih. Karena dari awal kami sudah sampaikan kepada Pak Anjar agar dalam kondisi seperti itu harus kooperatif, jujur, bantulah KPK,” ujarnya.(*)

Baca juga SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Alasan KPK Terima Agus BN-Anjar Asmara Jadi Justice Collaborator 

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Geledah 4 Lokasi Soal Kasus Bupati Lampung Utara, KPK Sita Catatan Aliran Dana

JAKARTA, duajurai.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat lokasi terkait kasus Bupati Lampung Utara …