SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Agus BN-Anjar Asmara Dituntut 4 Tahun Penjara 


AGUS Bhakti Nugroho (kanan) dan Anjar Asmara (kiri) masing-masing dituntut selama empat tahun penjara pada sidang korupsi proyek Dinas PU-PR Lampung Selatan, Kamis, 14/3/2019. Kedua terdakwa juga dituntut pidana denda sebesar Rp250 juta, subsider enam bulan kurungan. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Agus Bhakti Nugroho (BN) dan Anjar Asmara, terdakwa kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan (Lamsel), masing-masing dituntut empat tahun penjara, Kamis, 14/3/2019. Keduanya juga dituntut pidana denda sebesar Rp250 juta, subsider enam bulan kurungan.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang,  Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiq Ibnugroho membacakan satu per satu surat tuntutan kedua terdakwa.

Jaksa menilai, keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, bersama-sama melakukan beberapa perbuatan tindak pidana korupsi. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Agus Bhakti Nugroho berupa pidana penjara selama empat tahun dikurangi masa tahanan, dan denda sebesar Rp250 juta, subsider enam bulan kurungan, dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan,” kata Taufiq.

Tuntutan yang sama persis dibacakan untuk terdakwa Anjar. Jaksa juga membacakan hal-hal yang menjadi pertimbangan, baik yang memberatkan maupun yang meringankan tuntutan.(*)

Baca juga SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Jelang Pembacaan Tuntutan, Agus BN Panjatkan Zikir

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Pleidoi, Agus BN: Ada Pengacara Senior Minta Saya Ubah BAP

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terdakwa Agus Bhakti Nugroho (BN) menyampaikan pleidoi pada sidang lanjutan korupsi proyek di …