Berkah Pemilu Bagi Ningsih, Lipat Surat Suara Berupah Rp240 Ribu


NINGSIH (jilbab merah) sedang melipat surat suara di gudang KPU Bandar Lampung, Jalan Raden Saleh Raya, Kedaton, Selasa, 12/3/2019. Menjadi pelipat surat suara, ibu dua anak itu menerima upah sekitar Rp240 tibu per empat hari. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Momen pemilihan umum (pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Bandar Lampung. Dimulai pagi hari hingga sore hari, mereka melipat surat suara di gudang logistik KPU Bandar Lampung di Jalan Raden Saleh Raya, Kedaton.

Bagi Ningsih (44), menjadi pelipat surat suara mendatangkan rezeki. Meski baru pertama kali menjadi pelipat surat suara, namun tangan warga Sepang Jaya itu terlihat lihai melipat lembar demi lembar surat suara.

Ketika mendengar bahwa KPU membuka lowongan, Ningsih langsung melamar menjadi pelipat suara dengan membawa KTP. Ibu dua anak itu merasa senang setelah diterima menjadi petugas pelipat surat suara. Dibenaknya, dia bisa meraup pundi-pundi rupiah guna membantu perekonomian keluarga.

Dalam sehari, Ningsih mampu melipat dua kardus surat suara. Sehingga, penghasilannya sekitar Rp90 ribu-Rp240 ribu per empat hari. Untuk surat suara calon presiden (capres), dia menerima upah Rp240 ribu. uang sebanyak itu setelah merampungkan pelipatan surat suara sebanyak dua kardus. Namun, untuk surat suara DPRD Bandar Lampung yang jumlahnya lebih sedikit, Ningsih hanya mendapatkan Rp84 ribu per hari.

“Alhamdulillah berkah pemilu. Saya jadi dapat penghasilan. Lumayan, daripada di rumah saja,” kata Ningsih sembari melipat surat suara, Selasa, 12/3/2019.

Pun demikian dengan Lia. Warga Way Halim itu bersama suaminya melamar jadi pelipat surat suara menjelang pemilu. Mereka memilih menutup sementara rumah makan demi menjadi pelipat surat suara. Bekerja berdua, dalam sehari mereka bisa melipat 4-5 kardus surat suara.

“Ini baru pertama kalinya kami jadi pelipat surat suara. Lumayan, dapat penghasilan tambahan. Mumpung ada pekerjaan ini, jadi kami berdua langsung melamar,” ujarnya.

Selama enam hari, para pelipat berjibaku dengan kertas-kertas surat suara. Mulai dari kertas suara pemilihan presiden, lalu DPD, DPRD Provinsi Lampung, dan saat ini sedang mengerjakan surat suara DPRD Bandar Lampung.

Kardus surat suara yang belum dilipat mereka ambil dari dalam gudang. Setelah dilakukan pelipatan sembari menyortir surat suara rusak, mereka menyetorkan kepada petugas pencatat. Setelah rampung satu kardus, mereka akan mengambil kardus selanjutnya. Sore hari, mereka bisa langsung mengambil upah.

Pantauan duajurai.co, ratusan warga tampak sibuk melipat surat suara. Setiap satu kertas suara yang dilipat diberi upah sebesar Rp90. Setiap satu kardus berbeda-beda jumlah kertas suaranya, tergantung kategori.

Misalnya, kardus kertas suara DPRD Kota Bandar Lampung berisi sebanyak 500 lembar, sehingga pelipat mendapat upah Rp42 ribu per kardus. Sedangkan melipat surat suara satu kardus untuk calon presiden dan wakil presiden dibayar Rp120 ribu.(*)

Baca juga Melihat Proses Melipat Surat Suara di Gudang KPU Bandar Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Survei Pilkada Lampung Selatan, Rakata: Tony Eka Lawan Kuat Nanang Ermanto

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hasil survei Rakata Institute menyebutkan, petahana Nanang Ermanto cukup kuat untuk terpilih kembali …