Produk Unggulan Tak Bisa Didigitalisasi, Lampung Sulit Masuk Industri 4.0


AKADEMISI Universitas Bandar Lampung (UBL) IB Ilham Malik (duduk) mengikuti diskusi urban forum di sekretariat CURS, kompleks Perumahan Korpri, Bandar Lampung, Selasa, 5/3/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Provinsi Lampung memiliki sejumlah produk unggulan dalam skala nasional atau pun ekspor. Meski begitu, Lampung dinilai masih sulit memasuki industri 4.0.

“Hal tersebut karena komoditas produk unggulan di Lampung tidak bisa didigitalisasi,” kata Ahmad Faisol, Tenaga Ahli Centre for Urban and Regional Studies (CURS), saat diskusi urban forum di sekretariat CURS, kompleks Perumahan Korpri, Bandar Lampung, Selasa, 5/3/2019.

Dosen ekonomi Universitas Lampung (Unila) itu mengatakan, produk unggulan Lampung adalah sektor perkebunan dan peternakan. Pada sektor perkebunan, Lampung merupakan produsen karet, sawit, kakao, dan kopi. Bahkan, komoditas tersebut masuk dalam skala ekspor.

“Sementara, hampir semua produk yang dapat didigitalisasi adalah turunan dari bidang pariwisata,” ujarnya.

Sayangnya, lanjut Faisol, pariwisata Lampung tidak masuk dalam produk unggulan. Sebaliknya, Lampung masih bergantung pada perdagangan konvensional.(*)

Baca juga Diskusi Urban Forum, CURS Bahas Perkembangan Ekonomi Industri Lampung

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Ramadan-Lebaran, BI Lampung Antisipasi Kekurangan Stok-Penimbunan Barang

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung akan mengantisipasi penimbunan barang selama …