Selama 2 Bulan, BNN Lampung Sita 5,8 Kg Sabu-3.829 Pil Ekstasi


KEPALA BNN Lampung Brigadir Jenderal Tagam Sinaga memperlihatkan barang bukti dan para tersangka saat ekspose, Kamis, 28/2/2019. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung menangkap sebanyak 14 tersangka dalam dua bulan terakhir. Dalam penangkapan tersebut, total barang bukti yang disita BNN, yakni sabu-sabu seberat 5,8 kg dan 3.829 pil ekstasi.

Kepala BNN Lampung Brigadir Jenderal Tagam Sinaga mengatakan, penangkapan para tersangka berlangsung secara bertahap. Penangkapan pertama pada 10 Januari lalu, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, pihaknya membekuk lima tersangka berinisial RA, HF, AP, YT, dan IG.

“Narkotika (dari tangan tersangka) dikendalikan oleh narapidana kasus narkotika yang sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas I A Rajabasa, yaitu tersangka YT dan IG,” kata Tagam melalui siaran pers yang diterima duajurai.co, Kamis, 28/2/2019.

Penangkapan kedua di halaman parkir Rumah Makan Nusantara, Jalan Dr Susilo, Bandar Lampung, Kamis, 7 Februari 2019, sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian, di Jalan WR Supratman, Gang Panorama Nomor A2, Gunung Mas, Telukbetung. Lalu, di Lapas Kelas I A Rajabasa, Bandar Lampung.

“Kami menangkap empat tersangka berinisial MI, KU, AH dan Ew. Tersangka berinisial AH dan EW merupakan narapidana di Lapas Kelas I A Rajabasa,” ujarnya.

Penangkapan ketiga, di Jalan Proklamator Raya, simpang empat Masjid Agung Istiqlal, Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa, 12 Februari 2019, sekitar pukul 10.00 WIB. BNN meringkus tiga tersangka, yakni BA, AK, dan DF. Dari tangan mereka disita sabu-sabu seberat 515,4 gram.

“Tim kemudian membawa barang bukti dan tersangka ke Kantor BNN Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut. BA, AK, dan DF mencoba melarikan diri, sehingga petugas memberikan tembakan,” kata Tagam.

Terakhir, BNN menciduk dua tersangka berinisial MH dan MA di Jalan Nangka, Way Halim, Bandar Lampung, Rabu, 27/2/2019. Saat ditangkap, MH memberikan perlawanan, sehingga petugas terpaksa menembak yang bersangkutan. Petugas langsung membawa MH ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. MH meninggal dalam perjalanan karena kehabisan darah.

“Kami menjerat perbuatan para tersangka dengan Pasal 115 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika. Ancamannya, pidana maksimal hukuman mati,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …