Kepala Diskominfotik Lampung: Sebar Video Bunuh Diri Langgar UU ITE dan Etika Kemanusiaan


Kepala Diskominfotik Lampung Achmad Chrisna Putra | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Video bunuh diri mahasiswa ITERA bernama Tyas Sancana Ramadhan beredar luas di masyarakat. Penyebarannya sangat masif melalui berbagai media sosial maupun aplikasi pesan lintas platform. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Lampung Achmad Chrisna Putra mengimbau agar masyarakat berhenti menyebarkan video bunuh diri tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video-video bunuh diri tersebut. Karena selain melanggar Undang-Undang, masyarakat mestinya melihat dari sisi kemanusiaannya. Sangat tidak etis video tersebut dilihat secara bebas,” kata Chrisna saat dihubungi duajurai.co via telepon, Sabtu siang, 23/2/2019.

Chrisna menjelaskan, perbuatan menyebarluaskan video bunuh diri tersebut melanggar Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi eleketronik (UU ITE). Di dalam pasal 26 jelas disebutkan bahwa penggunaan setiap data dan informasi melalui sarana elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan

“Selain itu, hal yang dilarang dalam pasal 28 ayat 2 yaitu dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” papar Chrisna.

“Hal ini juga tertuang dalam Peraturan Menteri Kominfo nomor 20 tahun 2016 tentang perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik,” imbuhnya.

Menurut mantan Penanggung Jawab (Pj) Walikota Metro itu, kecenderungan perilaku masyarakat saat ini ingin terlihat paling tahu. Sehingga hasrat untuk menyebarluaskan video yang dimilikinya di media sosial sangat tinggi.

“Ada sebagian masyarakat yang selalu ingin terlihat terdepan, bahwa dia paling tahu suatu peristiwa, atau dia ingin orang lain tahu bahwa dia menyaksikan kejadian itu, maka tersebarlah video-video tersebut. Padahal, dari sisi kemanusiaan, itu sudah melanggar etika kemanusiaan,” ungkap Chrisna.

Untuk itu, Diskominfotik akan semakin menggalakkan dan tak henti-hentinya melakukan sosialisasi mengenai UU ITE. Hal itu agar kedepan masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Masyarakat mesti mengetahui UU ITE, agar tidak melakukan penyebaran video-video dengan konten negatif seperti bunuh diri, kekerasan, dan sebagainya,” katanya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemkab Lampung Selatan Evaluasi Program LAPOR

KALIANDA, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) semakin …