Banjir di Bandar Lampung, Watala: Ini Soal Perilaku Pemerintah dan Masyarakat


Kurnia, Ketua Watala saat ditemui dikantornya, Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu siang, 23/2/2019 | Umar Robani /duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah wilayah di Kota Tapis Berseri mengalami banjir tatkala turun hujan dengan curah tinggi. Menanggapi hal tersebut, Ketua Keluarga Pecinta Alam (Watala) Lampung mengatakan, persoalan banjir adalah masalah perilaku pemerintah dalam menanggapi persoalan lingkungan, dan perilaku masyarakat terkait kepedulian lingkungannya.

“Kita berbicara perilaku tidak serta merta tentang masyarakat, namun juga perilaku keseriusan pemerintah dalam menentukan dan menerapkan kebijakan,” kata Kurnia, Ketua Watala Lampung saat ditemui duajurai.co dikantornya, Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu siang, 23/2/2019.

Menurut Kurnia, untuk mengatasi persoalan banjir, pemerintah harus benar-benar serius mencari solusi dan mengambil tindakan, dengan melibatkan pihak-pihak terkait. “Persoalan ini (banjir) harus melibatkan seluruh stakeholder yang ada,” ujarnya.

Di Kota Bandar Lampung ini, lanjut Kurnia, banyak bangunan yang tidak memiliki sumur resapan. Hal itu karena kurangnya kesadaran masyarakat, ditambah lagi dengan penerapan kebijakan yang kurang tegas oleh pemerintah setempat.

“Harus dilakukan akselerasi dalam penanganan masalah banjir, karena masalah ini sudah semakin parah dari sebelumnya. Cara-cara lama sudah tidak relevan untuk kondisi sekarang,” ungkapnya.(*)

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Selama Arus Mudik, Tiket Kereta Tanjungkarang-Kotabumi Diskon 50%

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberi potongan harga untuk pembelian tiket jurusan Tanjungkarang-Kotabumi …