Soal Dugaan Pelecehan Seksual, Damar Sayangkan Sikap UIN Raden Intan


KUASA hukum EP, mahasiswa UIN Raden Intan yang juga korban pelecehan seksual, menggelar jumpa pers di sekretariat Damar, Bandar Lampung, Kamis, 14/2/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Advokasi Perempuan Damar menyayangkan sikap Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan terkait kasus dugaan pelecehan seksual. Pasalnya, kampus tersebut terkesan membela oknum dosen yang diduga pelaku.

“Kami menyayangkan sikap UIN Raden Intan yang cenderung membela terduga. Berdasar keterangan keluarga, pihak kampus sempat meminta untuk mencabut laporan,” kata Meda Fatmayanti, perwakilan Damar, saat jumpa pers di sekretariat Damar, Jalan MH Tamrin, Gotong Royong, Bandar Lampung, Kamis, 14/2/2019.

Selain itu, lanjut dia, sejumlah rekan korban pun mendapat nilai E. Nilai dimaksud untuk mata kuliah yang diampu SH, oknum dosen terduga pelecehan seksual. Untuk itu, Damar meminta UIN Raden Intan menonaktifkan yang bersangkutan selama proses hukum berlangsung.

“Kini, dosen pembimbing akademik korban mengundurkan diri dan meminta agar korban membuat surat permohonan,” ujarnya.

Seorang mahasiswi UIN Raden Intan berinisial EP mengaku mengalami pelecehan seksual. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat lalu, 21 Desember 2018. Saat itu, EP hendak mengumpulkan tugas mata kuliah. Kemudian, dia mendatangi ruangan SH, oknum dosen kampus setempat. Dalam ruangan itu, SH diduga berbuat tak senonoh terhadap EP.(*)

Baca juga PMII Kawal Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Raden Intan

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Ikat Napi di Pohon, Oknum Sipir Rutan Way Huwi Diperiksa Kemenkumham

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tengah …