Rakerpim IAIN Cirebon, Prof Mukri Berbagi Pengalaman Transformasi UIN Raden Intan


REKTOR UIN Raden Intan Lampung Prof Moh Mukri berbagi pengalaman ihwal transformasi IAIN menjadi UIN di IAIN Cirebon, Rabu, 13/2/2019. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Prof Moh Mukri menghadiri Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) IAIN Cirebon, Rabu, 13/2/2019. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung itu diundang untuk berbagi pengalaman transformasi dari IAIN menjadi UIN.

Dalam pemaparannya, Mukri menyampaikan beberapa kunci sukses dalam kepemimpinannya. Pertama, keteladanan atau uswatun hasanah. Kedua, penyamaan visi warga kampus. Ketiga, manajemen ilahi (basiran wa nadhiran).

“Saya ini Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung, tapi lihat di kampus UIN Lampung yang sangat bersih, asri, ramah lingkungan dan nyaman. Stigma negatif soal NU saya balik semua di UIN Lampung. Uswatun Hasanah itu dimulai dari hal-hal kecil yang bisa dilihat dan dirasakan langsung,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Kamis, 14/2/2019.

Menurut alumni Pesantren Langitan itu, seorang rektor ibarat pilot yang akan menerbangkan pesawat. Rektor yang mengomunikasikan ihwal tujuan pesawat. Apa yang mesti dilakukan oleh para penumpang, dan sikap seperti apa yang harus dilakukan oleh para kru dan penumpangnya.

“Pada saat take off, semua penumpang harus siaga dan mengikuti apa yang diminta oleh pilot. Karena itu, rektor harus mampu mengomunikasikan visinya kepada seluruh civitas akademika, dan mampu menjelaskan dan mengarahkan menuju visi yang ditetapkan,” ujarnya.

Mukri juga menyinggung ihwal manajemen ilahi. Baginya, manajer harus memberi basyiran, kabar gembira atau harapan, dan nadhiran. Kemudian, memberi peringatan kepada yang dipimpinnya. Bila kinerjanya baik, maka memperoleh reward (penghargaan). Kalau buruk, akan mendapat punishment (hukuman).

“IAIN Cirebon sudah memiliki segala sumber daya yang dibutuhkan untuk itu, baik dari sisi historis, geografis, kultural, modal akademik, dan jaringan. Semuanya ada di Cirebon. IAIN Cirebon hanya tinggal mengonsolidasikan dan menggerakkan potensi yang dimiliki tersebut,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …