Pungli Parkir Pasar Tengah, Yusuf Kohar Minta Dishub Lakukan Penertiban


WAKIL Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar meminta Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk melakukan penertiban terkait parkir di kawasan Pasar Tengah. Pasalnya, pengelolaan parkir di sana berindikasi pungutan liar (pungli) karena warga dua kali membayar tarif parkir.

“Di sinilah kemampuan kepala Dishub untuk menertibkan itu. Tidak boleh double bayar parkir. Sebab, kami sudah buat sistem parkir satu pintu,” kata Yusuf usai Dialog Terbuka “Tiga Bupati di Lampung Kena OTT KPK, Kita Harus Apa?” di Hotel Emersia, Selasa, 12/2/2019.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung itu, Dishub mesti segera menangani perparkiran di Pasar Tengah. Sebab, pembayaran tarif parkir hingga dua kali membebani masyarakat. Mestinya, masyarakat cukup membayar tarif parkir di loket Dishub.

“Bayar dua kali tarif parkir itu termasuk pungli. Namun, untuk tindak lanjut persoalan tersebut tergantung keputusan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN,” ujarnya.

Warga yang berkunjung ke kompleks Pasar Tengah mesti dua kali membayar tarif parkir. Selain di loket Dinas Perhubungan setempat, pengendara juga membayar parkir kepada juru parkir. Tarif parkir yang dibayarkan kepada juru parkir tidak disetor kepada Dishub, melainkan pada pemilik lahan. Padahal, tarif parkir adalah retribusi yang merupakan salah satu pendapatan asli daerah (PAD).(*)

Baca juga Pungli Parkir Pasar Tengah, DPRD Bandar Lampung Minta Dishub Bertindak

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Pemilu, Banyak Warga Antre di Loket Layanan Disdukcapil Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bandar Lampung tetap membuka layanan saat pemilu …