Pungli Parkir Pasar Tengah, Ini 3 Saran IB Ilham Malik


DOSEN UBL IB Ilham Malik | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ahli transportasi dan tata kota IB Ilham Malik menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyediakan satuan ruang parkir (SRP). Saran ini terkait persoalan parkir di kawasan Pasar Tengah, di mana warga dua kali membayar tarif parkir sehingga berindikasi pungutan liar (pungli).

“Tidak terlalu sulit bagi pemerintah untuk menyediakan SRP. Saya menyarankan tiga cara kepada pemerintah,” kata Ilham kepada duajurai.co via telepon, Jumat, 8/2/2019.

Cara pertama, yakni menyediakan gedung atau kantung parkir di tempat yang tepat. Dengan begitu, tak ada lagi kendaraan yang parkir sembarangan.

Kedua, lanjut dosen Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) itu, pemerintah setempat bisa mendorong pihak swasta untuk berinvestasi dalam bidang perparkiran. Cara terakhir, pemkot dapat menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Dengan demikian, pemerintah bisa mendapat penghasilan dari perparkiran.

“Pemerintah sekarang masih terjebak pada urusan pendapatan asli daerah (PAD) dalam memandang persoalan parkir, sedangkan SRP luput,” ujarnya.

Warga yang berkunjung ke kompleks Pasar Tengah mesti dua kali membayar tarif parkir. Selain di loket Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, pengendara juga membayar parkir kepada juru parkir. Tarif parkir yang dibayarkan kepada juru parkir tidak disetor kepada Dishub, melainkan pada pemilik lahan. Padahal, tarif parkir adalah retribusi yang merupakan salah satu PAD.(*)

Baca juga Soal Parkir Pasar Tengah, Ombudsman Lampung Minta Pemkot Lakukan Evaluasi

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Lomba Gang TBS Indah, Begini Cara Warga Talang Jaga Kebersihan Lingkungan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah gang yang turut serta dalam Lomba Gang Tertib, Bersih, Sehat (TBS) Indah …