DPRD Bandar Lampung Mestinya Kritisi Penarikan Parkir di Pasar Tengah


AKADEMISI Unila Dedy Hermawan menjadi pembicara dalam diskusi ‘Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik; Upaya Memberantas Pungutan Liar’, Selasa, 15/11/2016. Dalam diskusi tersebut, Dedy meminta masyarakat menjadi gerakan pemberantasan pungli karena Satgas Saber Pungli berpotensi “masuk angin”. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – DPRD Kota Bandar Lampung perlu mengkritisi penarikan tarif parkir di kawasan Pasar Tengah. Pasalnya, penarikan uang parkir hingga dua kali berindikasi praktik pungutan liar (pungli).

“Sangat disayangkan, harusnya DPRD atau Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) mengkritisi penarikan parkir di Pasar Tengah,” kata Dedy Hermawan, pengamat kebijakan publik Universitas Lampung (Unila), kepada duajurai.co via telepon, Kamis, 7/2/2019.

Menurutnya, bila hal tersebut terus dibiarkan, maka bisa menimbulkan konflik sosial. Konflik dimaksud, misal, perebutan lahan parkir. Bisa juga menimbulkan diskriminasi terhadap konsumen. Hal-hal itu jika dibiarkan akan menimbulkan kekacauan.

“Seperti yang terjadi di Jakarta, muncul premanisme. Untuk itu, persoalan parkir di kawasan Pasar Tengah harus diantisipasi sejak sekarang,” ujarnya.

Dedy menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mesti secepatnya hadir dalam permasalahan tersebut. Tata kelola parkir di kompleks Pasar Tengah perlu normalisasi. Bila tidak, maka persoalan akan bertambah parah.

“Wali kota harus lebih memerhatikan pengembangan ekonomi masyarakat sebagai akses pekerjaan. Sehingga, tak ada lagi praktik pungli, seperti di Pasar Tengah ini,” kata dia.

Warga yang berkunjung ke kompleks Pasar Tengah mesti dua kali membayar tarif parkir. Selain di loket Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, pengendara juga membayar parkir kepada juru parkir. Tarif parkir yang dibayarkan kepada juru parkir tidak disetor kepada Dishub, melainkan pada pemilik lahan. Padahal, tarif parkir adalah retribusi yang merupakan salah satu pendapatan asli daerah (PAD).

Baca juga Bayar Parkir 2 Kali di Pasar Tengah, Dishub Bandar Lampung: Boleh, Tapi Tak Ada Paksaan

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Mesin BBM SPBU Cut Nyak Dien Terbakar, Pengendara Sepeda Motor Kabur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Satu unit sepeda motor dan mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun …