Mahasiswa KKN Unila Buat Tabung Penghasil Minyak Berbahan Sampah Plastik


GEDUNG Rektorat Unila | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Banyaknya keluhan warga mengolah sampah plastik menginspirasi mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengembangkan teknologi untuk mengatasi persoalan tersebut. Inovasi teknologi yang dikembangkan berupa tabung pengurai dengan metode pirolisis memanfaatkan pembakaran anaerob guna menghasilkan minyak murni yang dapat dimanfaatkan kembali.

Teknologi ini dihasilkan dari program unggulan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unila Periode I Januari 2019. Mahasiswa KKN dimaksud ditempatkan di Kabupaten Lampung Barat, tepatnya di Kecamatan Sukau.

“Anaerob adalah pembuatan bahan bakar atau minyak. Dalam hal ini, solar atau premium dari bahan-bahan sampah plastik yang mendapatkan pembakaran sempurna dengan tekanan panas maksimal 300 sampai 600 celcius,” kata M Irfan, mahasiswa KKN Unila, seperti dikutip dari laman Unila, Minggu, 3/2/2019.

Dia menerangkan, mekanisme kerja alat anaerob dimulai dari plastik yang mendapatkan panas maksimal tadi di dalam tabung alumunium atau besi. Kemudian, disambungkan dengan pipa berbahan sama dan mendapatkan regulasi dari partikel air dikit atau es.

“Panas maksimal akan menghasilkan pembakaran yang cepat dan hasil minyak banyak sesuai input sampah yang diurai. Walau 100 celcius, alat ini juga sudah bisa menghasilkan minyak siap pakai,” ujarnya.

Menurut Irfan, bahan yang terurai dan teregulasi bekerja otomatis dan menguap di tabung kedua, sehingga akhirnya menjadi minyak murni. Minyak yang dihasilkan pertama kali sejenis dengan solar. Bila mendapatkan perlakuan pemurnian lanjutan, minyak ini dapat digolongkan menjadi premium atau pertalite yang siap digunakan.

Rizqy Putra, rekan satu tim Irfan mengatakan, bahan baku utama hanya sampah plastik yang sulit terurai tanah. Sedangkan tabung yang digunakan bisa bervolume besar atau sedang. Hal itu sesuai jumlah sampah plastik dan panas yang diperoleh.

“Biasanya, dipanaskan sekitar 30 menit sesuai dengan banyak bahan dan panas yang diperoleh saat dijadikan uap,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Menteri Ristek-Dikti Buka Lagi Prodi Pendidikan Bahasa Lampung Unila

JAKARTA, duajurai.co – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Mohamad Nasir membuka lagi Program …