Akses Sanitasi Capai 97,11%, Kabupaten Way Kanan Deklarasi ODF Februari


Audiensi Bupati Way Kanan dengan team Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Yayasan Konservasi Way Seputih /ist

WAY KANAN, duajurai.co – Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) masyarakat di Kabupaten Way Kanan kian menurun. Hal tersebut buah dari gebrakan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam mengeliminasi perilaku BABS untuk percepatan pencapaian target 100% universal akses sanitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Anang Rusgianto mengatakan, data dari Smart STBM per 30 Januari 2019, akses sanitasi Kabupaten Way Kanan telah mencapai 97,11 % dan menduduki peringkat 89 di Indonesia.

Saat audiensi dengan Bupati Way Kanan dengan team Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Yayasan Konservasi Way Seputih, Anang menuturkan, pada tahun 2018 Kabupaten Way Kanan peringkat 421 untuk akses sanitasi dari 514 kabupaten kota di Indonesia.

“Pada Januari 2019 ini kami telah naik peringkat. Minggu lalu kami melakukan verifikasi ODF di 121 desa dan kelurahan, dan minggu ini 106 desa. Upaya mengeliminasi perilaku BABS masyarakat Kabupaten Way Kanan terus dilakukan dengan pendekatan STBM dan pelibatan multistakeholder,” kata Anang, seperti termuat dalam rilis.

Kabupaten Way Kanan merencanakan melakukan deklarasi ODF pada Minggu ke tiga bulan Februari, setelah proses verifikasi yang dilakukan team dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung selesai.

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menyampaikan komitmennya untuk pencapaian 100% universal akses sanitasi tahun 2019, dengan diawali seluruh masyarakat Way Kanan mengakses atau menggunakan fasilitas jamban sehat.

“Saya tidak mau lagi ada warga yang BABS di sungai maupun di kebun, semua masyarakat harus memiliki dan mengakses fasilitas jamban sehat. Way Kanan akan buktikan sungai bukan lagi menjadi tempat orang BABS. Upaya terus kami lakukan lewat pemicuan, dan mengalokasikan dana APBD maupun anggaran dana desa untuk penyediaan sarana sanitasi untuk warga, khususnya keluarga tidak mampu,” ujar Adipati.

Bupati juga menjelaskan, pembuatan regulasi seperti Peraturan Bupati tentang percepatan universal akses, pembentukan Pokja dan tim gebrak stop BABS, hingga peningkatan anggaran untuk bidang sanitasi telah dilakukan, namun itu saja tidak cukup karena harus didukung dengan komitmen seluruh pihak.

“Yang paling penting adalah komitmen dan konsistensi untuk menjaga agar warga tidak BABS, mendorong, membangun, itu mudah, tapi yang terpenting untuk sebuah keberhasilan adalah menjaga untuk keberlanjutan khusus pembangunan,” kata dia.

Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih saat audiensi dengan Bupati Way Kanan menyampaikan bahwa progres percepatan pencapaian universal akses sanitasi di Kabupaten Way Kanan sangat signifikan, meski tidak ada pendamping, Way Kanan bisa menunjukkan keberhasilannya.

“Kabupaten Way Kanan ini sangat luas, banyak sungai, kebun dan hutan. Budaya BABS masyarakat yang dilakukan sudah menjadi kebiasaan dan turun temurun. Namun dengan komitmen dari Bapak Bupati dan team gebrak telah menunjukkan bahwa semua itu bisa diubah, bahkan yang sangat menarik bahwa ODF adalah sebuah pi’il untuk masyarakat khususnya kepala desa,” kata Febri.

“Strategi yang dilakukan oleh Pemkab Way Kanan tentunya bisa menjadi motivasi untuk kabupaten dan kota lainnya, seperti halnya Kabupaten Pringsewu yang telah ODF,” imbuhnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …