Terjaring OTT KPK, Bupati Mesuji Khamami Siap Undur Diri dari NasDem


CALON Bupati Mesuji Khamami meninggalkan Markas Polda Lampung, Rabu, 11/1/2017. Dia menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran pemilu. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – DPW Partai NasDem Lampung angkat suara terkait penangkapan Bupati Mesuji Khamami. Mantan anggota DPRD Lampung dua periode itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu malam, 23/1/2019.

Berikut pernyataan sikap NasDem yang disampaikan Ketua DPW NasDem Lampung Taufik Basari melalui keterangan tertulis, Kamis, 24/1/2019:

  1. Partai NasDem selalu mendukung dan menghormati penegakan hukum yang dilakukan KPK
  2. Kami menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum
  3. upati Khamami adalah Dewan Pertimbangan Partai NasDem di Kabupaten Mesuji. Sebagaimana ketentuan yang berlaku di Partai NasDem, jika ada kader yang terkena kasus korupsi, maka pilihannya hanya dua, yaitu mengundurkan diri atau diberhentikan
  4. Melalui konfirmasi dari salah satu anggota keluarganya pagi tadi, Khamami siap mengundurkan diri dari kepengurusan Partai NasDem apabila tersangkut kasus korupsi sesuai dengan komitmen yang selama ini berlaku di partai
  5. Kami akan mengikuti perkembangan kasus ini dan keterangan-keterangan resmi selanjutnya dari KPK

KPK menangkap Khamami, malam tadi. Selain dia, KPK juga menciduk 10 orang lainnya. Mereka berasal dari kalangan swasta hingga pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mesuji.

Dalam penangkapan tersebut, KPK menyita uang di dalam kardus yang diperkirakan jumlahnya sekitar Rp1 miliar. Uang tersebut diduga sebagai suap. Saat ini, Khamami cs diterbangkan ke Jakarta untuk dibawa ke kantor KPK. Status hukum mereka masih sebagai terperiksa.(*)

Baca juga Ditangkap KPK, Bupati Mesuji KPK Miliki Harta Rp22 Miliar


Komentar

Komentar

Check Also

“Perang Reklame” Balon Wali Kota Bandar Lampung, Mulai Stiker Hingga Baliho

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tahapan Pilkada Bandar Lampung belum dimulai. Namun, “perang reklame” para bakal calon (balon) …