SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Terima Rp960 Juta, Nanang Ermanto Baru Kembalikan Rp480 Juta


SUASANA persidangan Agus BN dan Anjar Asmara di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 24/1/2019. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto mengaku menerima uang dengan total Rp960 juta pada 2017 dan 2018. Uang sebanyak itu dari empat orang, yaitu anggota DPRD Lampung nonaktif Agus Bhakti Nugroho (BN), Syahroni (waktu itu, Kasubbag Keuangan Dinas PU-PR Lamsel), Hermansyah Hamidi (mantan Kadis PU-PR Lamsel), dan Anjar Asmara (Kadis PU-PR Lamsel nonaktif).

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lamsel, Kamis, 24/1/2019. Sidang kali ini menghadirkan tujuh saksi untuk terdakwa Agus BN dan Anjar Asmara. Salah satu saksi tersebut adalah Nanang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugoroho mengatakan, pada 2017, Nanang menerima uang secara bertahap dengan total Rp510 juta. Uang tersebut berasal dari Hermansyah, Agus BN, dan Syahroni.

“Pada 2018 total Rp450 juta. Sehingga, saudara menerima jumlah keseluruhan Rp960 Juta. (Uang itu) dari Agus BN, Hermansyah, Syahroni, dan Anjar Asmara,” kata Taufiq di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Menanggapi hal itu, Nanang mengatakan telah mengembalikan uang sebesar Rp480 juta. Sisanya, akan dibayarkan dari harta yang disita KPK, beberapa waktu lalu.

Ketika ditanya apakah mengetahui asal uang tersebut, Nanang mengaku tak tahu-menahu. Taufiq menyatakan, Nanang mestinya mencurigai asal uang. Sebab, tidak ada tanda terima atau pertanggung jawaban ketika yang bersangkutan menerimanya. Terlebih uang tersebut berbentuk tunai.

“Mestinya saudara patut menduga. Harusnya terpikir uang dari mana Agus BN ini,” ujarnya.

“Saya tidak tahu,” jawab Nanang.

“Untuk kebutuhan saja. Karena saya sering turun ke masyarakat,” ucapnya ssat ditanya untuk apa uang tersebut.

“Sebagai wakil bupati kan ada uang operasionalnya. Tapi, kemudian menerima uang tambahan seperti ini untuk kegiatan apa?” tanya Taufiq lagi.

“Ya macam-macam, untuk kebutuhan operasional,  tim, dan sebagainya,” kata Nanang.(*)

Baca juga SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Nanang-Hendri Jadi Saksi untuk Agus BN-Anjar Asmara

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …