Ditangkap KPK, Bupati Mesuji KPK Miliki Harta Rp22 Miliar


BUPATI Mesuji Khamami diwawancarai wartawan usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait kelistrikan di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa sore, 31/10/2017.| Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bupati Mesuji Khamami terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga terlibat dalam transaksi suap proyek infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mesuji.

Merujuk data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Khamami memiliki harta kekayaan dengan nilai total Rp22 miliar.

Mantan anggota DPRD Lampung dua periode tersebut tercatat dua kali menyetor LHKPN ke KPK. Masing-maisng pada 17 Juli 2011 dan 19 September 2016.

Baca juga
OTT Bupati Mesuji, KPK Segel Kantor PT Subanus
Ditangkap KPK, Ini Biodata Bupati Mesuji Khamami
Terjaring OTT, Bupati Mesuji Khamami Dibawa ke KPK
Bupati Mesuji Khamami Terjaring OTT KPK

Khamami terakhir menyetor LHKPN dalam statusnya sebagai calon Bupati Mesuji periode 2017-2022.

Pada LHKPN 2011, pria kelahiran 8 Februari 1968 tersebut mencatatkan harta senilai Rp14.119.500.000. Kala itu dia belum menjabat bupati. Khamami dilantik sebagai bupati periode pertama pada 13 April 2012.

Sementara pada 2016, setelah empat tahun menjadi orang nomor satu di Mesuji, harta Khamami melonjak menjadi Rp 22.431.879.296.

Hartanya yang tercatat paling banyak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulangbawang. Khamamik diketahui diketahui memang lama berbisnis di kedua wilayah.

Total, terdapat 41 bidang tanah dan bangunan yang dimiliki mantan Ketua DPP PDK Provinsi Lampung 2011–2016 tersebut.

Khamami juga memiliki 13 unit mobil dan 6 sepeda motor. Sebanyak 13 mobil antara lain berjenis Toyota Camry, Honda CR-V, Mistubishi Pajero, Ford Ranger, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Colt.

Hartanya juga berasal dari aneka usaha lainnya. Beberapa yang bisa disebut ialah usaha sarang walet, perkebunan kelapa sawit, serta penyewaan toko sebanyak 36 titik.

KPK menangkap Khamami pada Rabu malam, 24/1/2019. Selain dia, KPK juga menciduk 10 orang lainnya. Mereka berasal dari kalangan swasta hingga pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mesuji.

KPK menyita uang di dalam kardus yang diperkirakan jumlahnya sekitar Rp1 miliar. Uang tersebut diduga sebagai suap.

Saat ini Khamami cs diterbangkan ke Jakarta untum dibawa ke kantor KPK. Status hukum mereka masih sebagai terperiksa.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …