Siapa Erry Ayudhiansyah, Pria Tampan Calon Suami Wagub Lampung Terpilih


FOTO pre-wedding Nunik-Erry | instagram noenia_ch

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim akan melepas masa lajangnya pada 2 Februari 2019. Wakil Gubernur Lampung terpilih tersebut akan dipersunting pria tampan bernama Erry.

Akad nikah akan dilangsungkan di kampung halaman wanita cantik kelahiran 12 Juli 1982 tersebut di Desa Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur.

Baca Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Nikah 2 Februari

Berita bahagia ini disampaikan sendiri wanita yang biasa dipanggil Nunik tersebut melalui akun instagram-nya noenia_ch.

Putri sulung mendiang ulama kharismatik asal Lampung Timur KH Abdul Chalim dan Kholisoh tersebut memposting clip video ihwal pernikahannya dengan tajuk “You’re Invited The Wedding of Nunik & Erry”. Video diposting pada hari ini, Jumat, 18/1/2019.

FOTO pre-wedding Nunik-Erry | instagram noenia_ch

Siapakah Erry, pria yang beruntung mempersunting Nunik?

Menurut seorang sumber calon suami Nunik bernama lengkap Erry Ayudhiansyah, pengusaha asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Info lain menyebut dia merupakan pengacara yang bekerja di kantor pengacara senior Amir Syamsuddin di Jakarta.

Di situs linkedin.com ada profil atas nama Erry Ayudhiansyah, namun sangat minim informasi di dalamnya. Hanya tertulis “Erry Ayudhiansyah. Associate Partner at Amir Syamsudin & Partners Law Offices. Indonesia Legal Services”.

Di laman Facebook Amir Syamsudin & Partner Office tertulis, kantor firma hukum tersebut beralamat di PPKP Menara Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 60, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190.

Amir Syamsuddin sendiri merupakan seorang pengacara senior dan ternama di Indonesia. Pria berusia 72 tahun tersebut bahkan pernah menjabat Menteri Hukum dan HAM Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II menggantikan Patrialis Akbar.

Dikutip dari Wikipedia, sebagai pengacara Amir banyak menyelesaikan kasus-kasus besar yang melibatkan media seperti kasus Tempo (1986), Bapindo (1993), Suara Pembaruan (1999), Zarima, Akbar Tanjung (2003), Harnoko Dewantoro, Beddu Amang, KPKPN (2003), VLCC dengan Pertamina dan KPP, dan perselisihan Texmaco dan Kompas (2003) dan William Nessen (2003).


Komentar

Komentar

Check Also

Berpeluang ke Senayan, Mukhlis Basri: Saya Sangat Percaya, Tapi Tidak Menuhankan Quick Count

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Calon anggota DPR RI Dapil Lampung 1 dari PDI Perjuangan Mukhlis …