Bandar Lampung Raih Predikat Kota Terkotor, Ini Kriteria Penilaian Adipura


KUBANGAN di Pasar Smep, Bandar Lampung, dipenuhi berbagai macam sampah hingga menguarkan aroma tak sedap, Selasa, 23/10/2018. | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut Bandar Lampung sebagai kota terkotor untuk kategori kota besar. Bandar Lampung mendapat nilai paling rendah pada saat penilaian program Adipura periode 2017-2018.

Adipura merupakan merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya, mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan (suistanable city). Kemudian, menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial dan fungsi ekologis dalam pembangunan. Selain itu, menerapkan prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance).

Dikutip dari Kompas.com, Selasa, 15/1/2019, salah satu kriteria penilaian dalam penghargaan Adipura adalah implementasi atas amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yaitu upaya dan hasil dalam memenuhi target nasional pengelolaan sampah. Persentasenya, pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada 2025.

Selain itu, adanya upaya upaya untuk mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah secara terpadu. Hal dimaksud mulai dari hulu sampai dengan hilir di setiap kabupaten/kota.(*)

Baca juga Bandar Lampung Kota Terkotor, Bulan Depan Upah Penyapu Jalan Naik Jadi Rp2 Juta


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …