Kebutuhan Ruang Pejalan Kaki Berdasarkan Dimensi Tubuh Manusia


TROTOAR di kawasan Kantor PTPN VII, Jalan Teuku Umar Nomor 300, Bandar Lampung, Senin, 14/1/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kebutuhan ruang jalur pejalan kaki untuk berdiri dan berjalan dihitung berdasarkan dimensi tubuh manusia. Dimensi tubuh yang lengkap berpakaian adalah 45 cm untuk tebal tubuh sebagai sisi pendeknya, dan 60 cm untuk lebar bahu sebagai sisi panjangnya.

Merujuk Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014, berdasarkan perhitungan dimensi tubuh manusia, kebutuhan ruang minimum pejalan kaki:

  1. tanpa membawa barang dan keadaan diam, yaitu 0,27 m2
  2. tanpa membawa barang dan keadaan bergerak, yaitu 1,08 m2
  3. membawa barang dan keadaan bergerak, yaitu antara 1,35 m2 -1,62 m2

Kebutuhan ruang gerak minimum di atas harus memerhatikan kondisi perilaku pejalan kaki dalam melakukan pergerakan. Baik pada saat membawa barang, maupun berjalan bersama (berombongan) dengan pejalan kaki lainnya.

Adapun persyaratan khusus ruang bagi pejalan kaki yang mempunyai keterbatasan fisik (difabel), yakni:

  1. jalur pejalan kaki memiliki lebar minimum 1.5 meter dan luas minimum 2,25 m2
  2. alinemen jalan dan kelandaian jalan mudah dikenali oleh pejalan kak,  antara lain melalui penggunaan material khusus
  3. menghindari berbagai bahaya yang berpotensi mengancam keselamatan, seperti jeruji dan lubang
  4. tingkat trotoar harus dapat memudahkan dalam menyeberang jalan
  5. dilengkapi jalur pemandu dan perangkat pemandu untuk menunjukkan berbagai perubahan dalam tekstur trotoar
  6. permukaan jalan tidak licin
  7. jalur pejalan kaki dengan ketentuan kelandaian:
  • tingkat kelandaian tidak melebihi dari 8% (1 banding 12)
  • jalur yang landai harus memiliki pegangan tangan setidaknya untuk satu sisi (disarankan untuk kedua sisi). Pada akhir landai setidaknya panjang pegangan tangan mempunyai kelebihan sekitar 0,3 meter
  • pegangan tangan harus dibuat dengan ketinggian 0.8 meter diukur dari permukaan tanah dan panjangnya harus melebihi anak tangga terakhir
  • seluruh pegangan tangan tidak diwajibkan memiliki permukaan yang licin
  • area landai harus memiliki penerangan yang cukup

Ketentuan untuk fasilitas bagi pejalan kaki berkebutuhan khusus, yaitu:

  1. ramp diletakan di setiap persimpangan, prasarana ruang pejalan kaki yang memasuki pintu keluar masuk bangunan atau kaveling, dan titik-titik penyeberangan
  2. jalur difabel diletakkan di sepanjang prasarana jaringan pejalan kaki
  3. pemandu atau tanda-tanda bagi pejalan kaki, antara lain meliputi tanda-tanda pejalan kaki yang dapat diakses, sinyal suara yang dapat didengar, pesan-pesan verbal, informasi lewat getaran, dan tekstur ubin sebagai pengarah dan peringatan.

Ketentuan mengenai standar penyediaan jalur pejalan kaki berkebutuhan khusus secara lebih rinci mengacu pada pedoman mengenai teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan.(*)

Baca juga Cara Menghitung Lebar Jalur Pejalan Kaki


Komentar

Komentar

Check Also

e-KTP Tak Kunjung Selesai, Mantan Dekan UBL Jauhari Zailani: Aneh, Kabarnya Sehari Jadi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengurusan KTP elektronik alias e-KTP di Kota Bandar Lampung belum reda …