Cara Menghitung Lebar Jalur Pejalan Kaki


SEJUMLAH pejalan kaki tidak melewati trotoar di Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung, Sabtu, 12/1/2019. Trotoar di sana berdiri beberapa tiang yang terletak di tengah-tengah. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Trotoar sebagai jalur pejalan kaki mesti memenuhi standar yang ditetapkan. Sebab, jalur pedestrian adalah ruang yang digunakan untuk berjalan kaki, atau berkursi roda bagi penyandang disabilitas secara mandiri. Jalur tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan orang untuk bergerak aman, mudah, nyaman, dan tanpa hambatan.

Berdasar Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan, perancangan dimensi prasarana pejalan kaki harus memperhatikan standar minimum perancangan dimensi prasarana pejalan kaki. Dalam hal kebutuhan jalur pejalan kaki melampaui ketentuan lebar minimum, maka lebar jalur pejalan kaki (W) dapat dihitung berdasarkan volume pejalan kaki rencana (P), yaitu volume rata-rata per menit pada interval puncak.

Lebar jalur pejalan kaki dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

W = (P/35) + n

Keterangan:

P = Volume pejalan kaki rencana (orang per menit per meter)

W = Lebar jalur pejalan kaki (meter)

n = Lebar tambahan (meter)

Standar Lebar Tambahan (n)

Lokasi n (m)
Jalan di daerah pasar 1,5
Jalan di daerah perbelanjaan bukan pasar 1,0
Jalan di daerah lain 0,5

Selain berdasarkan faktor penggunaan lahan, penentuan lebar jalur pejalan kaki dapat dihitung berdasarkan faktor penyesuaian lebar rintangan tetap. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari rintangan yang berada pada jalur pejalan kaki. Setiap rintangan memiliki lebar pengosongan yang lebih besar dari ukuran fisiknya.

Lebar jalur pejalan kaki bergantung pada intensitas penggunaannya untuk perhitungan lebar efektifnya. Jalur pejalan kaki setidaknya berukuran lebar 1,8 hingga 3,0 meter, atau lebih. Hal itu ntuk memenuhi tingkat pelayanan yang diinginkan dalam kawasan yang memiliki intensitas pejalan kaki yang tinggi. Lebar minimum untuk kawasan pertokoan dan perdagangan, yaitu dua meter. Kondisi ini dibuat untuk memberikan kesempatan bagi para pejalan kaki yang berjalan berdampingan, atau bagi pejalan kaki yang berjalan berlawanan arah satu sama lain.

Jalur yang digunakan untuk pejalan kaki di jalan lokal dan jalan kolektor adalah 1,2 meter, sedangkan jalan arteri adalah 1,8 meter. Ruang tambahan diperlukan untuk tempat pemberhentian dan halte bus dengan luas 1,5 meter x 2,4 meter.

Jalur pejalan kaki tidak boleh kurang dari 1,2 meter. Itu merupakan lebar minimum yang dibutuhkan untuk orang yang membawa seekor anjing, pengguna alat bantu jalan, dan para pejalan kaki.

Jalur pejalan kaki memiliki perbedaan ketinggian dengan jalur kendaraan bermotor. Perbedaan tinggi maksimal antara jalur pejalan kaki dengan jalur kendaraan bermotor adalah 20 sentimeter (cm).(*)

Baca juga Pejalan Kaki di Bandar Lampung Keluhkan Trotoar Minim Fasilitas


Komentar

Komentar

Check Also

Polresta Bandar Lampung: Tak Ada Korban Jiwa dalam Tabrakan Datsun-Pajero

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Polresta Bandar Lampung menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu …