Andi Surya: Prosedur Pelepasan HPL Way Dadi Dikembalikan kepada Negara


ANDI Surya pada acara “Sosialisasi Penyelesaian Tanah Way Dadi”, beberapa waktu lalu. | Tim Andi Surya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota DPD RI Andi Surya menghadiri acara “Sosialisasi Penyelesaian Tanah Way Dadi”, beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan tersebut, dia menyampaikan gambaran strategi penyelesaian Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Way Dadi, Way Dadi Baru, dan Korpri Jaya, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.

“Peraturan Pemerintah 8/1953 tentang HPL menyebut, jika badan negara atau jawatan yang mengelola tanah negara ternyata keliru atau tidak tepat lagi serta luas penguasaannya ternyata melebihi keperluan dan lahan tersebut tidak dipelihara atau diusahakan sebagaimana mestinya, maka wajib dikembalikan kepada negara,” kata Andi melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Senin, 14/1/2019.

Di samping itu, lanjutnya, Peraturan Menteri Agraria Nomor 9/1965 tentang Pelaksanaan Konversi Hak Penguasaan Atas Tanah Negara secara tegas sama sekali tidak mengatur pengalihan, atau pelepasan tanah negara dalam bentuk mengalihkan kepada pihak ketiga (warga masyarakat) secara berbayar untuk dijadikan potensi pendapatan asli daerah (PAD) guna penerimaan APBD. Kecuali, mengembalikan HPL tersebut kepada kuasanya, yaitu negara.

“Kami terus memantau perkembangan sampai pada kesimpulan bahwa lahan ini sesuai prosedur dikembalikan kepada negara. Selanjutnya, dapat didistribusikan kepada warga yang menempati lahan dengan merujuk UU Pokok Agraria,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung tetap melaksanakan pelepasan HPL Way Dadi kendati ditolak warga setempat. Pelepasan HPL guna memberikan kesempatan kepada masyarakat terkait legalitas lahan yang selama ini mereka tempati.(*)

Baca juga Ditolak Warga, Pemprov Lampung Tetap Lepaskan HPL Way Dadi


Komentar

Komentar

Check Also

Berbagi Informasi Jam’iyyah, LTNNU Punggur Terbitkan Buletin “Al Mutashida”

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul …