Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Raden Intan, Perempuan Saburai Siap Beri Pendampingan


SITI Wurian, Co-Founder Perempuan Saburai | Perempuan Saburai

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Perempuan Saburai siap mendampingi EP, mahasiswi UIN Raden Intan, yang diduga mengalami pelecehan seksual. Pendampingan diberikan hingga penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami akan memberikan pendampingan terhadap korban sampai kasus ini diusut tuntas. Semoga dengan banyak pihak yang memberikan pendampingan, psikis korban tidak goyang dan dapat menjalani aktivitas dengan normal,” kata Siti Wurian, Co-Founder Perempuan Saburai, melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, kemarin.

Dia mengatakan, kejadian tersebut merupakan potret buram pelecehan seksual terhadap perempuan. Banyak kasus serupa, namun banyak korban yang tak berani berbicara. Untuk itu, pihaknya mendukung Polda Lampung mengusut tuntas perkara dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Oknum dosen berinisial SH yang diduga melakukan pelecehan seksual itu tak boleh berada di kampus yang berbasis Islam. Sebab, dapat mencemari citra dari kampus,” ujarnya.

Peristiwa yang dialami EP terjadi pada Jumat lalu, 21 Desember 2018. Waktu itu, EP hendak mengumpulkan tugas mata kuliah. Kemudian, dia mendatangi ruangan SH. Saat itulah EP menerima perlakuan tak senonoh dari SH. Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Lampung.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Vonis Zainudin Hasan di Bawah Tuntutan, JPU KPK Pertimbangkan Putusan Hakim

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mempertimbangkan ulang putusan majelis hakim …