Pascakunjungan ADB, Unila Tuan Rumah Penandatanganan Proyek Konsorsium 


DARI kiri ke kanan: Rektor Itera Ofyar Z Tamin, Rektor Unila Hasriadi Mat Akin, dan Direktur Polinela Sarono menandatangani perjanjian kerja sama yang dilibatkan Asian Development Bank di lantai dua Gedung Rektorat Unila, Selasa, 8/1/2019. | Unila

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Universitas Lampung (Unila) mendapat kehormatan sebagai tempat berlangsungnya penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Unila, Institut Teknologi Sumatra (Itera), dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Penandatanganan PKS itu fokus pada bidang pengembangan kawasan di tiga konsorsium yang dilibatkan oleh Asian Development Bank (ADB).

“Bank Pembangunan Asia mengunjungi Lampung, beberapa waktu lalu. Kedatangan mereka di antaranya menyampaikan mandat sebagaimana komunikasi yang dilakukan sebelumnya dengan Unila, Itera, dan Polinela, yakni membangun satu kesatuan proyek pengembangan tiga perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan potensi daerah,” kata Rektor Unila Hasriadi Mat Akin, seperti dikutip dari laman Unila, Kamis, 10/1/2019.

Dia mengatakan, masing-masing perguruan tinggi akan membuat tim untuk mendiskusikan rencana tersebut. Riset akan dimulai dari hulu hingga hilir. Sebagai contoh, Unila kini fokus kepada bidang Agromedicine dan penyakit tropis yang terdapat di daerah agroindustri.

“Untuk hilirnya agroindustri, Itera yang paling tepat karena bergerak di bidang teknologi. Sedangkan Polinela bisa berkontribusi pada proses eksekusi di lapangan karena memang fokusnya bidang vokasi,” ujarnya.

Rektor Itera Ofyar Z Tamin menambahkan, penandatanganan kerja sama tersebut untuk mengawali proyek konsorsium yang dilibatkan oleh pihak ADB. Harapannya, tersedia sarana koordinasi sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih satu sama lain.

“Kerja sama menjamin agar tidak saling overlap sehingga energi tidak terbuang percuma. Apa yang dihasilkan oleh Unila akan menjadi input utama bagi Itera. Begitu pula Polinela ke Itera. Mari sama-sama bersinergi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Polinela Sarono. Menurutnya, kerja sama adalah untuk saling melengkapi. Unila dan Itera fokus pada prosesnya, sedangkan Polinela kepada pengembangan produk.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Raker UIN Raden Intan, Prof Nur Syam: Dosen akan Digantikan Sistem Aplikasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Era teknologi saat ini memaksa semua institusi berubah, baik bidang sosial, …