Gula Pasir Naik, Kedai Bandar Lampung Tak Naikkan Harga Mengopi


PONDOK Santap Indah di Jalan Ir H Juanda, Pahoman, Bandar Lampung, Kamis, 10/1/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah kedai di Bandar Lampung memilih tidak menaikkan harga mengopi kendati harga gula pasir mengalami kenaikan. Hal tersebut demi menjaga pelanggan agar tidak kabur.

“Omzet memang menurun, tapi kami tetap mengutamanakan pelanggan,” kata Dina, pemilik Pondok Santap Indah, di Jalan Ir H Juanda, Pahoman, Bandar Lampung, Kamis, 10/1/2019.

Hal serupa dilakukan Oki (24), pengelola Kedai Kopi Terik Barat di bilangan Pahoman. Dia juga tidak menaikkan harga untuk minuman kopi. Selain itu, kenaikan harga gula pasir tidak begitu tinggi.

“Pelanggan yang datang mayoritas kalangan pemuda. Jadi, kami memerhatikan harga yang pas,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, selain Pondok Santap Indah dan Kedai Kopi Terik Barat, beberapa penjual minuman kopi di kawasan Bundaran Tugu Juang juga tidak menaikkan harga mengopi. Pun demikan dengan pedagang kopi di kompleks Lapangan Saburai, Enggal.

Harga gula pasir di pasar tradisional di Kota Bandar Lampung merangkak naik. Besaran kenaikan sekitar Rp15 ribu, dari Rp465 ribu menjadi Rp480 ribu per sak. Besaran harga tersebut bertahan selama satu pekan terakhir.(*)

Baca Harga Gula Pasir di Bandar Lampung Merangkak Naik

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Selama November 2018, TPK Hotel Berbintang di Bandar Lampung Naik 1,39 Poin

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bandar Lampung mencapai posisi …