Gawat, Banyak Warga BAB Sembarangan, Bandar Lampung Darurat E-coli


LIMBAH tinja dibuang ke galian tanah di TPA Bakung, Bandar Lampung, Selasa, 23/10/2018. | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kota Bandar Lampung saat ini dalam kondisi darurat bakteri E-coli. Masih banyaknya warga berperilaku buang air besar sembarangan (BABS), penyedotan tinja yang tidak rutin, serta instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) yang tidak beroperasi, menjadi faktor-faktor utama pemicu.

Hal ini disampaikan Kepala UPT dan IPLT Bakung Setiawan Batin dalam acara penyusunan bersama Rencana Kerja Tahunan (RKT) SNV Netherland Development Organization bersama Kota Bandar Lampung di Umah Bone Resto, Bandar Lampung, Rabu, 9/1/2019.

“Tinja mencemari air dan membawa penyakit. Bandar Lampung saat ini darurat E-coli,” kata Setiawan seperti tertuang dalam rilis yang diterima duajurai.co dari pihak SNV.

Menurut data terbaru STBM Smart yang dirilis Kementerian Kesehatan, sebanyak 8,65% masyarakat Bandar Lampung masih melakukan praktik BABS.

PENYUSUAN bersama RKT SNV Netherland Development Organization bersama Kota Bandar Lampung di Umah Bone Resto, Bandar Lampung, Rabu, 9/1/2019. | ist

Menurut I Nyoman Suartana, Sanitation Specalist SNV Indonesia, sumber masifnya E-coli tidak hanya dari praktik BABS. Hasil survey baseline SNV pada Februari 2018, terhadap 2.401 responden, dari 89% rumah tangga di Bandar Lampung yang memiliki tangki septik, sejumlah 78% rumah tangga tidak melakukan penyedotan tinja selama 5 tahun terakhir.

“Sementara itu, limbah tinja yang disedot dan dibuang ke IPLT tidak dikelola atau 0% aman,” tandas Nyoman.

“Perlu ada rencana yang terintegrasi dari semua stakeholder unntuk menjawab kondisi tersebut. Oleh karena itu SNV bersama stake holder sanitasi di Kota Bandar Lampung menyusun Rencana Kerja Tahun 2019,” sambungnya.

Kepala Bappeda Bandar Lampung Khaidarmansyah saat membuka acara mengapresiasi dukungan SNV membantu mengatasi permasalahan sanitasi dan membangun layanan sanitasi kota secara menyeluruh di Bandar Lampung.

Hal ini sebagai bagian upaya memenuhi target 6.2 pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDG) 6 yaitu menyediakan akses sanitasi dan fasilitas kebersihan yang memadai dan layak untuk semua, mengakhiri kebiasaan BABS, dan memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan perempuan dan anak perempuan, serta mereka yang berada pada situasi rentan.

“Semoga ini dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan sanitasi aman, terwujud di Bandar Lampung,” harapnya.

Merujuk Wikipedia, Escherichia coli, atau biasa disingkat E-coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia.

Kebanyakan E-coli tidak berbahaya. Tetapi beberapa jenis, seperti E-coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah akibat eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin.

Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini misalnya daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Subuhan Berjemaah di Masjid Al Furqon Sukarame, Remaja 19 Tahun Raih Umrah Gratis

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Masih ingat dengan masjid Al Furqon di Jalan Kusuma Bangsa, Gang …