Dukung Penyintas Anak Daerah Bencana, FKIP Unila Gelar Pelatihan Psikologis untuk Relawan


PESERTA, pemateri dan panitia Pelatihan Dukungan Psikologis Penyintas Anak di Daerah Bencana di FKIP Universitas Lampung, Rabu, 9/1/2019 | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Provinsi Lampung, bersama Banten, dilanda bencana tsunami pada 22 Desember 2018 lalu. Fakta di lapangan menunjukkan, setelah terjadi bencana, dalam sebulan pertama banyak bantuan diberikan kepada penyintas, terutama bantuan logistik.

Namun, setelah sebulan berlalu, bantuan yang banyak itu akan ‘pergi’. Sedangkan penyintas harus bertahan hidup dan tetap menjalani hidupnya di lokasi bencana.

Dalam memberikan dukungan secara psikologis, relawan memiliki peran penting untuk membantu penyintas kembali mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah hidupnya. Hal ini disampaikan Ratna Widiastuti MA Psikolog, ketua pelaksana Pelatihan Dukungan Psikologis Penyintas Anak di Daerah Bencana yang dihelat di FKIP Universitas Lampung (Unila), Rabu, 9/1/2019.

“Mereka (penyintas) harus dibantu supaya mampu bertahan hidup dan kuat, sekaligus lentur dalam mengatasi masalahnya. Terutama kuat secara psikologis dalam menyelesaikan masalah hidupnya setelah bencana, ” beber Ratna seperti tertuang dalam rilis yang diterima duajurai.co.

Pelatihan diprakarsai oleh Dekan FKIP Unila Prof Dr Patuan Radja MPd dan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Provinsi Lampung Dra Renyep P Psikolog. Hadir sebagai pemateri Dra Yeti Widiati, psikolog dari lembaga Paradigma sekaligus trainer kebencanaan di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Menurut Ratna Widiastuti, kegiatan ini bertujuan memberikan ilmu atau beragam terapi yang dapat digunakan relawan dalam mendukung psikologis penyintas, khususnya anak, di daerah bencana. Terapi dalam psychososial first aid (PFA) atau bantuan psikologis pertama ini yang nantinya mendukung usaha survive di masa pemulihan.

Pelatihan diikuti 44 peserta terdiri dari civitas akademika Prodi Bimbingan Konseling Unila, PG PAUD Unila, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, Prodi Psikologi Universitas Islam Negeri Raden Intan, Prodi Psikologi Universitas Malahayati, Himpsi Provinsi Lampung, dan unsur masyarakat lainnya.

Materi yang disampaikan Yeti di antaranya ialah konsep evaluasi dalam bencana, pengenalan korban termasuk karakteristik dan kategori korban , critical incident stress management dalam kebencanaan, sindrom bencana, trauma dan penanganan krisis, P3K psikologis atau PFA.

Salah satu peserta Naqiyyah Syam, perwakilan Puspa Lampung, mengaku sangat senang mendapat ilmu dalam mendampingi psikologi anak di daerah bencana.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Pemilihan Rektor Unila, 5 Profesor Ambil Berkas Persyaratan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penjaringan bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) memasuki tahapan pendaftaran. Sejauh ini, sebanyak …