Rumah Subsidi di Lampung, Begini Kemunculan Angka Uang Muka


SEORANG calon pembeli sedang melihat rumah Griya Tanjung Sari Indah di Jalan Batu Puru, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa, 14/3/2017. Hanya bayar booking fee sebesar Rp2 juta, warga bisa memiliki rumah subsidi tersebut. | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rumah bersubsidi sejatinya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan suku bunga rendah dan cicilan relatif ringan. Namun, banyak yang gagal saat pengambilan sumah subsidi. Pasalnya, uang muka untuk kredit rumah subsidi tak terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk mengetahui kebenarannya, duajurai.co melakukan penelusuran. Pertama, duajurai.co mencoba menggali informasi dari salah satu agen pemasaran perumahan yang berkantor di Kota Bandar Lampung. Sebut saja agen X.

Bermula dari menanyakan ada atau tidak rumah subsidi dengan down payment (DP/uang muka) di bawah 10 juta di Bandar Lampung. Agen mengatakan, untuk di Kota Bandar Lampung hanya ada rumah komersil. Ia menawarkan rumah subsidi di sekitar Lampung Selatan, atau perbatasan Bandar Lampung.

“Ada di Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran, type 36/72. Uang muka hanya Rp3,5 juta. Angsuran Rp800-an ribu per bulan,” kata sang agen, Senin, 7/1/2019.

Duajurai kemudian meminta kepastian. Apakah dengan DP Rp3,5 juta sudah bisa tuntas hingga akad kredit? Sang agen pun mengiyakan.

“Betul, DP Rp3,5 juta sampai akad kalau berkas bagus. Bila accord (acc), Anda tinggal menyiapkan deposito di BTN sekitar Rp2,5 juta-Rp3 juta. Itu untuk jaminan angsuran Anda kepada BTN. Deposito ini dalam jangka waktu yang BTN tentukan bisa ditarik kembali,” ujarnya.

Menurut sang agen, deposito tersebut harus tersedia saat proses akad kredit. Hal dimaksud sekitar tiga bulan dari mulai konsumen menyetorkan uang muka dan proses berkas.

“Saat di-acc nanti, dilihat berapa pencairan dari BTN untuk rumah subsisi. Harga rumah itu Rp130 juta. Kalau pencairan dari BTN full Rp120 juta, maka Anda tidak perlu menambah (uang) lagi),” kata dia.

Hal itu karena kekurangan Rp10 juta untuk tambahan dari pencairan telah dipotong dari DP konsumen. Lalu, ditambah subsidi dari pemerintah sebesar Rp4 juta.

“Akan tetapi, kalau pencairan dari BTN kurang dari Rp120 juta, maka kekurangannya harus Anda tutupi. Itu bisa dibayar langsung ke developer (pengembang perumahan) dengan cara dicicil,” ujarnya.

Misal, seharusnya pencairan itu Rp120 juta, tapi dari BTN dengan melihat penghasilan konsumen, pencairannya hanya keluar Rp115 juta. Maka, konsumen kurang Rp5 juta untuk menutupi Rp120 juta.

“Nah yang Rp5 juta itu harus dibayar ke developer. Tapi, di kami untuk membayarannya bisa dicicil selama enam bulan,” ucap si agen.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

HUT ke-7, Emersia Lampung Beri Beasiswa kepada Warga Sekitar Hotel

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Emersia Lampung mengadakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam rangka hari ulang …