DP Rumah Subsidi Ditawarkan Rp10 Juta, Warga Bandar Lampung Ini Bayar Rp37 Juta


Perumahan Innara di Desa Krawang Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. | Fily Cahyani

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Besaran down payment (DP/uang muka) rumah bersubsidi terkadang tak sesuai dengan yang ditawarkan. Sebab, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sejatinya konsumen rumah bersubsidi merogoh kocek lebih dalam untuk melunasi uang muka.

Hal ini dialami oleh Taufik, salah satu nasabah kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi. Warga Telukbetung, Bandar Lampung, itu awalnya ditawari pihak pengembang perumahan dengan uang muka Rp10 juta. Namun, setelah pengajuan KPR, dia akhirnya membayar uang muka sebesar Rp37 juta.

“Saya bayar cash ke developer-nya Rp10 juta. Sisa DP saya cicil selama tiga bulan. Walau begitu, tetap saja berat. Karena judulnya kan rumah subsidi, tapi DP-nya besar sekali,” kata Taufik kepada duajurai.co di kawasan Telukbetung, Senin, 7/1/2019.

Hal serupa dialami Irma Wati (30). Warga Pesawaran itu mengajukan KPR untuk perumahan subsidi di kawasan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Awalnya, dia tertarik karena ditawari DP Rp8 juta. Namun, ketika pengajuannya diproses, uang muka rumahnya mencapai Rp25 juta.

“Pihak bank mencairkan dananya tidak sebesar pengajuan pinjamannya. Jadi, saya mesti menambah kekurangannya.  Memberatkan sih, tapi mau bagaimana lagi, saya sangat butuh rumah, tak mungkin mengontrak terus,” ujarnya.(*)

Baca juga Ambil Rumah Subsidi Lampung, Ini yang Sering Bikin Gagal Akad Kredit

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Suhar Ditemukan Gantung Diri di Kios Jam Fadil di Way Halim

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Seorang pria ditemukan tewas dengan cara gantung diri. Jenazahnya tergantung di tempat usahanya, …