Kembali dari Pengungsian, Warga Pulau Sebesi Bersih-Bersih Rumah


PULUHAN warga Pulau Sebesi bergotong-royong memindahkan kapal yang terempas ke daratan akibat gelombang tsunami pada 22 Desember 2018 lalu | diskominfo lamsel.

KALIANDA, duajurai.co – Senyum bahagia tampak di wajah sejumlah warga saat kembali menjejakkan kaki di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu sore, 6/1/2019. Rasa bahagia tidak bisa ditutupi saat keluarga dan kerabat yang masih berada di Pulau Sebesi menyambut kedatangan mereka.

Sebelumnya, selama beberapa hari mereka mengungsi di Lapangan Tenis Indoor dan SDN 1 Way Urang Kalianda. Warga terpaksa meninggalkan rumah karena khawatir akan tsunami dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Rasa syukur bisa kembali di rumah antara lain diungkapkan pasangan suami istri, Yunus dan Siti. “Kami mengucapkan syukur karena telah kembali dengam selamat tidak kurang suatu apa pun,” kata Yunus ketika diwawancarai tim Diskominfo Lamsel.

Pria yang tinggal di Dusun Regan Lada itu menyampaikan terima kasih kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto beserta seluruh jajarannya yang telah banyak memberikan bantuan dan perhatian selama warga berada di pengungsian.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Nanang yang telah memberi kami tempat di Lapangan Tenis Indoor. Selama di sana, kami tidak kurang suatu apa pun, bahkan berlebih-lebih,” ujar Yunus.

Kehidupan di Pulau Sebesi tampak kembali berjalan normal. Banyak warga yang baru pulang dari pengungsian langsung membersihkan rumah masing-masing.

“Bersih-bersih, Pak. Sepuluh hari ditinggal rumahnya,” ujar Saleh, warga Dusun Tejang.

Sementara di sekitar pantai, puluhan warga bergotong-royong memindahkan sebuah kapal. Kapal itu terempas hingga ke daratan dan menghantam serta menghancurkan rumah warga saat gelombang tsunami menerjang 22 Desember 2018 lalu.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pada Minggu, 6/1/2019, memulangkan 175 pengungsi asal Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku. Hal itu sesuai keinginan masyarakat kedua wilayah yang meminta pemkab untuk segera mengembalikan mereka ke kediaman masing-masing.

Selain aspirasi masyarakat, saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau pun sudah menurun. Sehingga, kemungkinan kondisi di sekitar wilayah terdampak tsunami relatif sudah aman.

Para pengungsi bertolak dari Lapangan Tenis Indoor dan SDN 1 Way Urang ke Pelabuhan Canti, Kecamatan Rajabasa, menggunakan kendaraan yang disediakan Pemkab Lamsel dan Kodim 0421 Lamsel.

Setiba di Pelabuhan Canti, ratusan pengungsi diangkut ke Pulau Sabesi dan Pulau Sebuku menggunakan 6 kapal motor yang disiapkan pemkab. Ratusan pengungsi meliputi anak-anak, wanita/pria dewasa, dan orang tua.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Banyak Nasabah Lampung Berkurang Saldo, Bank Mandiri: Kami Pastikan Tidak Hilang

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bank Mandiri tengah melakukan pemeliharaan (maintenance) sistem teknologi informasi (TI) untuk …