Pekan Kedua Pascatsunami, Pengungsi di Pemprov Lampung pada Pulang


POSKO BNPB masih berdiri di kompleks Pemprov Lampung, Sabtu, 5/1/2019. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jumlah pengungsi akibat tsunami Selat Sunda di kompleks Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai menyusut. Memasuki pekan kedua pascatsunami, para pengungsi pada pulang ke rumah masing-masing.

“Terakhir, kami catat jumlah pengungsi di Balai Keratun tinggal 125 orang lagi,” kata Jon Arif, Koordinator Posko BPBD Lampung, kepada duajurai.co di Balai Keratun, Sabtu, 5/1/2019.

Dia mengatakan, jumlah pengungsi terlihat berkurang menjelang tahun baru. Pada 1 Januari, warga yang mengungsi sebanyak 150 orang. Bahkan, pada tanggal yang sama, tidak ada lagi pengungsi di Masjid Al-Furqon, Telukbetung, Bandar Lampung.

“Mereka (pengungsi) pada pulang sendiri. Tak ada imbauan dari pemerintah agar para pengungsi pulang,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Jon, pihaknya tetap membuka posko di kompleks Pemprov Lampung. Pihaknya baru menutup posko bila pemerintah mengeluarkan instruksi penutupan.

Secara terpisah, Anto (24), salah satu pengungsi, menyatakan, pihaknya memutuskan pulang karena kondisi laut terlihat aman. Selain itu, warga Pasar Gudang Lelang tersebut juga harus kembali melaut untuk mencari nafkah.

“Sudah terlalu lama di pengungsian. Kami sudah pulang sejak tiga hari yang lalu,” kata pria yang bekerja sebagai nelayan itu di Pasar Gudang Lelang.

Tsunami menerjang Lampung Selatan dan Banten, Sabtu lalu, 22 Desember 2018. Bencana alam tersebut menewaskan lebih dari 400 orang, baik di Banten maupun Lampung. Adapun warga yang masih mengungsi mencapai 21 ribu orang.(*)

Baca juga 11 Hari Pascatsunami, Nelayan Bandar Lampung Mulai Melaut

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

“Istighotsah Kubro”, Ribuan Nahdliyin Padati Masjid Al Furqon Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ribuan nahdliyin memadati Masjid Al Furqon, Telukbetung, Bandar Lampung, Sabtu, 23/3/2019. Mereka menghadiri …