Desember 2018, Perdesaan di Lampung Alami Inflasi 0,25%


Desa | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menyatakan, perdesaan di Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,25% pada Desember 2018. Hal tersebut disebabkan kenaikan seluruh indeks harga kelompok.

Perinciannya, kelompok bahan makanan sebesar 0,25%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,35%; kelompok perumahan sebesar 0,14%; dan kelompok sandang sebesar 0,09%. Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,08%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,16%; dan kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,39%.

“Inflasi perdesaan tertinggi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 1,25%. Sedangkan terendah di Provinsi Sumatera Utara sebesar 0,06%. Provinsi Lampung dengan inflasi perdesaan sebesar 0,25% menempati peringkat ke-29 secara nasional,” demikian dikutip dari laman BPS Lampung, Jumat, 4/1/2019.

Selama Desember 2018, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan, seperti gabah, jagung, cabai rawit, dan beberapa sayuran, ternak besar, ternak kecil, dan telur ayam ras. Sedangkan subsektor perkebunan, perikanan tangkap, dan budi daya mengalami penurunan harga pada tanaman kelapa, kakao, kelapa sawit, beberapa jenis perikanan tangkap, dan perikanan budi daya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Selama November 2018, TPK Hotel Berbintang di Bandar Lampung Naik 1,39 Poin

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bandar Lampung mencapai posisi …