Pengungsian Diperpanjang, Warga Pesisir Lewatkan Tahun Baru di Pemprov Lampung


KEPALA Dinsos Lampung Sumarju Saeni | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung memperpanjang pengungsian selama satu minggu. Dengan demikian, warga kawasan pesisir yang mengungsi akibat tsunami Selat Sunda akan melewatkan tahun baru di pengungsian, yakni Balai Keratun, kompleks Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung.

“Seyogianya pengungsian di Balai Keratun selesai, hari ini. Namun, kami akan memperpanjang sekitar satu minggu,” kata Kepala Dinsos Lampung Sumarju Saeni kepada duajurai.co via telepon, Sabtu, 29/12/2018.

Dia mengatakan, pengungsian akan berakhir pada 5 Januari 2019. Pihaknya memperpanjang pengungsian karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berhenti hingga satu pekan pascatsunami. Selain itu, masih banyak pengungsi yang belum berani pulang ke rumah masing-masing.

“Hingga kini, total pengungsi di Lampung sebanyak 15.589 jiwa. Di Bandar Lampung, terdapat 6.074 pengungsi. Mereka tinggal di 11 posko yang didirikan oleh pemerintah maupun organisasi masyarakat,” ujarnya.

Tsunami menerjang Lampung Selatan dan Banten, Sabtu lalu, 22 Desember 2018. Bencana alam tersebut menewaskan lebih dari 400 orang, baik di Banten maupun Lampung. Adapun warga yang masih mengungsi mencapai 21 ribu orang.(*)

Baca juga Sepekan Pascatsunami, Tim SAR Gabungan Evakuasi 64 Warga dari Pulau Sebesi

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Belum 1 Pun Kelurahan ODF, Dinkes Tunggu Aksi Telukbetung Selatan Soal Sanitasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mendorong seluruh kecamatan segera Open Defecation Free …