Nelayan Belum Melaut Pascatsunami, Rumah Makan Bandar Lampung Tak Sulit Dapat Ikan


SEJUMLAH konsumen sedang memesan makanan di Rumah Makan Tuah Sakato, Telukbetung, Bandar Lampung, Sabtu, 29/12/2018. Beberapa rumah makan mengaku tak sulit memperoleh ikan kendati nelayan setempat masih belum melaut pascatsunami Selat Sunda, pekan lalu. | Umar Robani/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Nelayan di Bandar Lampung masih belum melaut pascatsunami Selat Sunda, pekan lalu. Hal tersebut berpengaruh terhadap pasokan ikan di pasaran. Harga ikan laut juga merangkak naik sekitar Rp5.000-Rp10 ribu per kg.

Baca Nelayan Belum Melaut Pascatsunami, Harga Ikan di Pasar Gudang Lelang Naik Rp10 Ribu

Kendati demikian, kondisi tersebut tak berpengaruh terhadap rumah makan. Sebab, pengelola rumah makan tidak sulit memperoleh ikan. Selain itu, pemasok juga tak menaikkan harga ikan.

“Tak ada masalah dalam mendapatkan ikan, tidak ada kelangkaan, ataupun kenaikan harga,” kata Yanto (40), Kepala Logistik Rumah Makan Puti Minang, di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Bandar Lampung, Sabtu, 29/12/2018.

Dia mengatakan, pihaknya telah memiliki pemasok tetap. Sehingga, tidak mengalami kendala dalam pengiriman ikan. Selain itu, harga ikan dari pemasok tidak berubah meski harga ikan di pasaran merangkak naik akibat tsunami.

Hal senada disampaikan Dian (50), karyawan Rumah Makan Tuah Sakato di Jalan Ikan Tenggiri, Telukbetung. Dia menyatakan bahwa pihaknya tidak menemui masalah terkait pengiriman ikan.

“Harga ikan dari pemasok juga tidak naik. Pemasok tetap mematok harga ikan seperti biasa,” ujarnya.(*)

Baca juga Hari ke-6 Pascatsunami, Nelayan Bandar Lampung Masih Belum Melaut

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …