Wahrul Fauzi Minta Polisi Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian Soal Tsunami


Wahrul Fauzi Silalahi | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Mantan Direktur LBH Bandar Lampung Wahrul Fauzi Silalahi meminta kepolisian menangkap pelaku dugaan ujaran kebencian ihwal bencana tsunami di Lampung Selatan. Sebab, pernyataan pelaku kurang patut disampaikan dalam suasana duka seperti ini.

“Polisi harus bertindak cepat dengan menangkap pelaku ujaran kebencian itu. Ini delik biasa, bukan delik aduan. (Jadi), polisi tidak perlu menunggu laporan masyarakat,” kata Wahrul melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Kamis, 27/12/2018.

Menurut Ketua DPD Partai NasDem Lampung Selatan itu, rasa permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap golongan dapat dikenakan Pasal 156 KUHP. Selain itu, Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pelaku juga dapat dijerat dengan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (b) ayat 1 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Etnis adalah penggolongan manusia berdasarkan kepercayaan, nilai, kebiasaan, adat istiadat, norma bahasa, sejarah, geografis, dan hubungan kekerabatan.

“Ketentuannya berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta,” ujar Wahrul.

Sebelumnya, sebuah video beredar luas di media sosial. Video itu merekam seorang perempuan muda berambut ikal mengenakan kaus oblong hitam garis putih. Dia sedang siaran langsung bersama seorang lelaki muda. Dalam video tersebut, pria dimaksud menolak memberikan donasi kepada warga Kalianda, Lampung Selatan, yang terkena dampak tsunami Selat Sunda. Setelah itu, yang bersangkutan mengucapkan kata-kata kurang patut.(*)

Baca juga LBH Minta Masyarakat Tak Sebarluaskan Video Ujaran Kebencian Soal Tsunami


Komentar

Komentar

Check Also

SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Agus BN Dituntut 4 Tahun, Kuasa Hukum Bersyukur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terdakwa Agus Bhakti Nugroho (BN) dan Anjar Asmara masing-masing dituntut selama empat tahun …