Sidang Zainudin Hasan, ASN Lamsel Langgar Aturan karena Perintah Atasan


MAJELIS Hakim PN Tipikor Tanjungkarang mendengarkan keterangan delapan saksi untuk terdakwa Zainudin Hasan (pakai peci), Rabu, 26/12/2018. Bupati Lampung Selatan (Lamsel) itu diadili dalam perkara dugaan korupsi proyek di Dinas PU-PR setempat. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang kembali menyidangkan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) nonaktif Zainudin Hasan terkait perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lamsel, Rabu, 26/12/2018. Dalam persidangan tersebut, sejumlah saksi mengakui telah melanggar ketentuan dan melakukan pekerjaan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka.

Hakim Bahrudin Naim bertanya kepada sejumlah saksi alasan mereka melakukan tugas di luar tupoksi. Hal itu terkait pengurusan dokumen penawaran untuk lelang proyek di Dinas PU-PR Lamsel. Rerata, mereka menjawab hanya melakukan perintah atasan kendati menyadari yang dilakukan menyalahi aturan.

“Saudara mengetahui dokumen penawaran itu buatan tim Rojali (ASN Dinas PU-PR) semua sejak 2016?” tanya Bahrudin kepada saksi Basuki Purnomo.

“Iya, tahu,” jawab Basuki.

“Menurut saudara, cara seperti itu benar atau tidak? perlu digugurkan atau tidak (dari lelang)? Kenapa tetap dijadikan pemenang?” tanya Bahrudin lagi.

“Iya, harusnya digugurkan. Tapi, ada yang dimenangkan, dan ada yang tidak,” ujar Basuki.

Kemudian, hakim bertanya kepada Rudi Rojali. Hakim meminta Rojali jujur mengenai keterlibatannya jadi tim pembuat dokumen penawaran sejak 2016.

“Saya hanya pengawas. Cuma disuruh fotokopi berkas yang mulia,” kata Rojali.

Hakim lalu bertanya lagi kepada Rudi mengenai alasannya menjalankan pekerjaan yang di luar tupoksi. Rojali menjawab hanya mengikuti perintah atasan. Dia juga mengaku menerima imbalan atas pekerjaannya itu.

“Kalau tidak terima uang, apa tetap mau jalankan perintah itu?” tanya hakim.

“Iya yang mulia. Tetap saya laksanakan, karena tidak berani menolaknya,” ujar Rojali.

Hal senada disampaikan saksi Yudi Iswanto dan Basuki. Ketika ditanya hakim, mereka menjawab alasan melanggar karena mengikuti perintah atasan meskipun memahami perintah tersebut melanggar aturan.

“Hanya ikuti perintah yang mulia,” jawab Basuki.(*)

Baca juga SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Jaksa Hadirkan 8 Saksi untuk Zainudin Hasan

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Agus BN Dituntut 4 Tahun, Kuasa Hukum Bersyukur

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Terdakwa Agus Bhakti Nugroho (BN) dan Anjar Asmara masing-masing dituntut selama empat tahun …