Tsunami, 1 Bayi di Desa Sebesi Lampung Selatan Hilang


KONDISI Pulau Sebesi Lampung Selatan pascatsunami Selat Sunda. Foto diambil Minggu pagi, 23/12/2018 | FB Yani Sikolah

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tsunami yang terjadi semalam, Sabtu, 23/12/2018, melanda hampir seluruh wilayah pesisir di Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu desa yang terdampak adalah Desa Sebesi di Pulau Sebesi.

Akibat peristiwa tersebut seorang bayi dinyatakan hilang.
“Hingga saat ini kami masih mencari bayi tersebut. Selain itu belum ada penemuan korban lagi,” ujar Syamsiar Kepala Desa Sebesi kepada duajurai.co melalu telepon, Minggu, 23/12/2018.

Syamsiar menerangkan, terdapat 50 rumah di desanya yang mengalami kerusakan. Meski demikian belum diketahui jumlah kerugian yang dialami.

Menurutnya, dari 4 dusun yang ada di Desa Sebesi, Dusun 3 dan Dusun 4 yang mengalami kerusakan paling parah. Pasalnya, kedua dusun lokasinya berdekatan dengan laut. Sementara dusun 1 dan 2 yang tidak terlalu dekat laut, relatif tidak terdampak parah.

“Hingga saat ini warga kami masih mengungsi ke dataran tinggi yang berjarak sekitar 2 kilometer dari desa,” jelas Syamsiar.

Sejumlah foto di akun Facebook Yani Sikolah menampakkan kondisi Pulau Sebesi yang luluh lantak diterjang gelombang air laut.

“Semua foto ini dikirimkan oleh Kades Sebesi (Syamsiar) melalui WA (WhatsApp) kepada saya, Tolong bantu Warga Desa Pulau Sebesi secepatnya,” tulis Yani Sikolah di beranda Facebook-nya,

Dia mengabarkan, lebih 500 jiwa mengungsi ke tempat-tempat tinggi. Total penduduk Pulau Sebesi adalah 2.807 jiwa,

“Anak dan warga yang berkebutuhan khusus masih di areal ketinggian (pengungsian),” tulisnya.

“Semalam ketinggian air mencapai 3 meter. Masyarakat mengungsi ke ketinggian karena belum ada pelatihan kesiapsiagaan dan simulasi evakuasi di Desa Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku,” sambungnya merujuk keterangan Syamsiar.

Yani menuturkan, pada Minggu pagi, Kades Sebesi dan para warga laki-laki menyisir kawasan pesisir pantai pulau dan desa. Mereka juga melakukan pendataan, melaporkan dan berkoordinasi dengan camat, perempuan,

“Gelombang masih tinggi, Belum ada yang distribusi bantuan, Mereka butuh perlengkapan pengungsian seperti tenda, family kits, stok makanan, dan lain-lain,” terangnya,

“Satu balita dikabarkan hilang, Pendataan masih dilakukan oleh Pak Kades dan beberapa warga,” lanjut Yani,

Tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu malam, mengakibatkan setidaknya 43 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya luka-luka. Korban terdampak tsunami menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut terdapat di Provinsi Banten dan Lampung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hingga Minggu pagi, terdata 43 orang meninggal Dunia, 584 Luka-Luka, dan 2 lainnya hilang.

Khusus Lampung, sebanyak 7 orang dilaporkan meninggal dunia dalam bencana yang sempat dikabarkan sebagai gelombang air laut pasang tersebut.(*)

Laporan Umar Robani


Komentar

Komentar

Check Also

PLN Lampung Pastikan Aman Pasokan Listrik Selama Natal-Tahun Baru 2020

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung telah mempersiapkan pasokan listrik. …