OPINI IB ILHAM MALIK: Penyeberangan Selat Sunda Bisa Ditutup Selamanya


GRAFIS JOE CHANIAGO | DUAJURAI.CO

IB Ilham Malik | Peneliti Pusat Studi Kota dan Daerah (PSKD) Universitas Bandar Lampung (UBL)

RUTE penyeberangan Selat Sunda bisa ditutup selamanya. Mungkin ini terdengar berlebihan. Tetapi, seperti beberapa kasus gunung berapi lainnya yang terus aktif dan meruntuhkan sebagian magmanya untuk memperbesar diri, maka keberadaan Gunung Anak Krakatau (GAK) membuka kemungkinan Selat Sunda menjadi jalur penyeberangan yang paling tidak aman di masa depan.

Runtuhan rutin yang (akan) terjadi di GAK akan mengakibatkan munculnya tsunami demi tsunami yang juga rutin mengikuti pola keruntuhan badan gunung itu. Sementara itu, anak Krakatau masih belum menunjukkan berhenti tumbuh, bahkan ada potensi untuk terus tumbuh menjulang hingga ribuan meter.

Artinya, runtuhan demi runtuhan akan terus terjadi hingga bentuk lereng gunung melandai dan menjadi tempat “tersangkutnya” runtuhan tubuhnya pada masa yang akan datang.

Sayangnya, bagian badan yang landai belumlah ada dan belum terbentuk. Karenanya, badannya akan terus membesar dan meruntuh hingga pada posisi dan kondisi tertentu.

Sementara itu, tiap runtuhan akan menimbulkan gelombang pasang tiap ia bersinggungan dengan perairan. Itu berarti menimbulkan ancaman kepada warga yang tinggal di daerah pesisir, juga aktivitas penyeberangan.

Kita akan tunggu penelitian lebih lanjut tentang hal ini. Tetapi, dari hipotesis yang dilakukan, menunjukkan adanya kerawanan pada model aktivitas anak Krakatau ini.

Kondisi tersebut mengganggu pola transportasi dan tata guna lahan di kawasan Banten dan Lampung. Jika hal ini menunjukkan tren positif (anak Krakatau terus tumbuh dan terus runtuh), maka kita akan membutuhkan perubahan arah pengembangan transportasi Jawa-Sumatera.

Hal ini harusnya mengubah konsep tata guna lahan dan pembangunan infrastruktur di tiap daerah yang terkena dampak.

Perlu diingat juga bahwa hampir tidak ditemukan perilaku gunung berapi seperti GAK. Ia terus saja tumbuh dan tumbuh, menjulang tinggi hingga tumbuh 3,6 meter per tahun, meletus-letus dalam skala kecil, dan…ia berada di tengah lautan yang dihimpit oleh pulau yang padat dengan penduduk dan kegiatan ekonomi.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OASE RAMADAN AGUS HERMANTO: Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Dr Agus Hermanto MHI | Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung Secara lughawi, zakat …