Tak Tahu Nasib Angkot, Dishub Bandar Lampung Dorong Masyarakat Naik Angkutan Umum


KEPALA Dishub Bandar Lampung Muhammad Husna | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung tak memungkiri bahwa jumlah angkutan kota (angkot) mengalami penyusutan. Untuk itu, Dishub akan mendorong masyarakat naik angkutan umum, seperti Bus Trans Lampung, angkot, dan Bus Rapid Transit (BRT) Bandar Lampung.

“Kami mau dorong masyarakat naik bus. Sebab, bisa mengurangi kemacetan (akibat volume kendaraan pribadi). Kami juga tidak tahu, apakah ke depan masih ada angkot dan BRT atau tidak,” kata Kepala Dishub Bandar Lampung Muhammad Husna kepada duajurai.co di ruang kerjanya, Rabu, 19/12/2018.

Dia mengatakan, ke depan, pihaknya akan memfungsikan bus pemberian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai moda transportasi publik. Kemudian, memerhatikan keberadaan BRT Bandar Lampung dan angkot. Husna memastikan kendaraan massal tersebut tetap beroperasi.

“Ada bus bantuan dari Kemenhub sebanyak 10 unit. Jadi, masih ada transportasi massal. Rute yang ditempuh Rajabasa-Panjang, melintas dalam kota. Bus itu tidak mematikan angkot dan BRT. Angkutan umum tersebut tetap beroperasi seperti biasa,” ujarnya.

Jumlah angkot di Bandar Lampung terus menyusut dari tahun ke tahun. Bahkan, tak ada angkot beroperasi sekitar tujuh tahun lagi. Sebab, masa izin trayek seluruh angkot di Kota Tapis Berseri berakhir pada 2025 mendatang. Padahal, sejumlah kalangan berpendapat, keberadaan angkot sebagai transportasi publik penting di sebuah kota.(*)

Baca Soal Penyusutan Angkot, Dishub Bandar Lampung: Masih Ada Transportasi Online

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …