7 Tahun Lagi Tidak Ada Angkot Beroperasi di Bandar Lampung


SEJUMLAH angkot sedang mengetem di kawasan Mal Ramayana, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Jumat, 13/12/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung perlu memikirkan nasib transportasi publik, seperti angkutan kota (angkot). Pasalnya, jumlah angkot terus menyusut dari tahun ke tahun. Padahal, keberadaan angkot sebagai kendaraan massal dipandang penting di sebuah kota.

Berdasar data Dinas Perhubungan (Dishub) Bandar Lampung yang diperoleh duajurai.co pada Selasa, 18/12/2018, terdapat 14 jurusan angkot di Kota Tapis Berseri. Perinciannya, angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa, jurusan Tanjungkarang-Sukaraja, jurusan Sukaraja-Srengsem, jurusan Tanjungkarang-Garuntang, jurusan Tanjungkarang-Teuku Umar (Way Halim), dan jurusan Tanjungkarang-Tirtayasa-simpang Ir Sutami.

Kemudian, angkot jurusan Tanjungkarang-Ryacudu-simpang Ir Sutami, jurusan Tanjungkarang-Kemiling, Tanjungkarang-Sukarame, dan jurusan Tanjungkarang-Permata Biru. Lalu, angkot jurusan Tanjungkarang-Samratulangi, Pasar Cimeng-Lempasing, Rajabasa-Pramuka-Kemiling, serta angkot jurusan Sukaraja-Lempasing.

Dari seluruh jurusan tersebut, sebanyak 472 angkot keluaran 2004 yang memiliki izin trayek hingga 2016. Kemudian, sebanyak 334 unit angkot keluaran 2005 punya izin trayek sampai 2017. Berikutnya, hanya 36 unit angkot keluaran 2006 memiliki izin trayek hingga 2018. Lalu, tidak ada angkot keluaran tahun 2007.

Selanjutnya, sebanyak 29 unit angkot keluaran 2008 memiliki izin trayek sampai 2020, 11 angkot tahun 2009 punya izin trayek hingga 2021, dan 15 angkot keluaran 2010 memiliki izin trayek hingga 2022. Lalu, hanya 9 unit angkot keluaran 2011 punya izin trayek sampai 2023, 23 unit angkot tahun 2012 memiliki izin trayek hingga 2024, dan sebanyak 20 angkot keluaran 2013 punya izin trayek sampai 2025.

Data tersebut memperlihatkan bahwa jumlah angkot yang memiliki izin operasi terus berkurang. Bahkan, hanya 20 angkot yang punya izin trayek sampai 2025. Bila penghitungan dimulai tahun ini, maka sekitar tujuh tahun lagi tak ada angkot beroperasi di Bandar Lampung. Artinya, generasi masa kini merupakan angkatan terakhir yang pernah merasakan naik angkutan umum, seperti angkot.(*)

Baca juga Angkot Terus Susut, Pemkot Bandar Lampung Dinilai Kurang Peduli

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Datsun-Pajero Bertabrakan di Depan DPRD Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Datsun berwarna abu-abu menabrak Mitsubishi Pajero putih di depan kantor DPRD …