SIDANG KORUPSI PU-PR LAMSEL: Samarkan Kekayaan, Zainudin Hasan Beli Sejumlah Mobil Lewat Karyawannya


BUPATI Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan tertunduk saat didakwa menggunakan uang free proyek untuk kebutuhan pribadinya. Dia duduk di kursi pesakitan terkait kasus dugaan korupsi proyek Dinas PU-PR Lamsel di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 17/12/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) nonaktif Zainudin Hasan hanya menunduk saat jaksa penuntut umum (JPU) KPK mendakwanya menggunakan uang hasil fee proyek untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Adik Ketua MPR Zulkifli Hasan itu duduk di kursi pesakitan terkait perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lamsel.

“Untuk biaya perbaikan kapal Johnlin 38 yang kemudian berubah nama menjadi Krakatau milik terdakwa di Dermaga Bom, Kalianda. Biaya perbaikan sebesar Rp550 juta,” kata JPU KPK Wawan Yunarwan saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 17/12/2018.

Kemudian, terdakwa menggunakan uang dari fee proyek untuk merawat dan mengoperasikan kapal kepada seorang nakhoda bernama Sugeng Edi Prayitno senilai Rp5 juta, dan uang makan Rp3 juta. Nahkoda tersebut orang yang diperintah Henry Dunan-waktu itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Lampung Selatan.

Kala itu, Zainudin menyampaikan kepada Sugeng agar meminta kepada Kadis PU-PR Lamsel nonaktif Anjar Asmar terkait biaya perawatan kapal. Kemudian, Sugeng pun menemui Anjar. Dia meminta uang untuk kebutuhan perawatan kapal dan upah selaku nakhoda kapal.

“Jumlah keseluruhan mulai Januari 2017-Juli 2018 sekitar Rp362 juta. Uang sebanyak itu diperoleh dari penyisihan anggaran Dinas PU-PR Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Wawan.

Menurutnya, untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan, Zainudin menempatkan uangnya di rekening Sudarman, karyawannya. Kemudian, terdakwa melalui Sudarman membeli sejumlah kendaraan bermotor. Adapun kendaraan tersebut, yaitu:

  • New Xpander 1.5L (4×2) Ultimate AT warna putih B-2789-SZQ seharga Rp248 juta
  • New Xpander 1.5L (4×2) Ultimate AT warna putih B-2905-SZT Rp 243 juta
  • Mitsubishi All New Pajero Sport Dakar 4×4 A/T (2.4L 8A/T) warna hitam mika B 1644 SJQ harga OTR Rp623 juta
  • Mercedes Benz CLA 200 AMG B-786-JSC seharga Rp776 juta
  • Sepeda motor Harley Davidson berwarna putih B 6116 SS sekitar Rp570 juta
  • Pembayaran uang muka Toyota Vellfire 2G 2,5 AT sebesar 30% dari harga Rp1,4 miliar sebesar Rp420 juta
  • Pembelian Mercedes Benz S400 L AT B 2143 SBV atas nama orang lain. Pada 27 April 2018, terdakwa mendatangi diler Taruna Motor dan tertarik dengan Mercedes Benz S400 L AT. Setelah itu, terdakwa melakukan penawaran harga dan dicapai kesepakatan seharga Rp1,7 miliar.(*)

Baca juga Sidang Korupsi PU-PR Lamsel: Zainudin Hasan Didakwa Terima Fee Rp72,7 Miliar

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …