Songsong Indonesia 4.0, Kemenperin Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Industri Lampung


PENJABAT Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis menyampaikan sambutan saat Sosialisasi Pembangunan Politeknik Industri Lampung di Hotel Novotel, Jumat, 14/12/2018. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri di Provinsi Lampung. Hal tersebut agar dapat mengikuti perkembangan teknologi terkini, terutama pada era industri 4.0.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Hamartoni Ahadis saat mewakili Gubernur Ridho Ficardo dalam Sosialisasi Pembangunan Politeknik Industri Lampung dalam Rangka penyiapan SDM Industri Menyongsong Making Indonesia 4.0. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Jumat, 15/12/2018.

“Keterampilan para pekerja di Provinsi Lampung harus mampu mengikuti daya saing manufaktur nasional di kancah global,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, kemarin.

Pria berkacamata itu mengatakan, industri sebagai salah satu pilar ekonomi memberikan peran yang cukup besar kepada pemerintah untuk mendorong kemajuan industri nasional secara terencana. Peran tersebut diperlukan dalam mengarahkan perekonomian nasional untuk tumbuh lebih cepat dan mengejar ketertinggalan dari negara lain yang lebih dahulu maju.

“Untuk memperkuat dan memperjelas peran pemerintah dalam pembangunan industri nasional, perlu disusun perencanaan pembangunan industri nasional yang sistematis, komprehensif, dan futuristik dalam wujud Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035,” ujarnya.

Keseriusan Kementerian Perindustrian dan pemerintah dalam mewujudkan tujuan penyelenggaraan perindustrian, salah satunya dengan membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja. Kemudian, merancang “Making Indonesia 4.0” sebagai sebuah roadmap yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era industri 4.0.

“Industri 4.0 adalah kebutuhan yang berbasis information technology (IT) dengan sensor pengelola jaringan dan lainnya. Contoh yang telah menerapkan industri ini adalah Go-Jek, Toyota, yang memiliki supply change yang tepat,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Musrenbang RKPD, Nanang Ermanto Sebut Angka Kemiskinan Lampung Selatan Turun

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan bergerak turun. Besaran penurunan relatif …