Angkot Terus Susut, Pemkot Bandar Lampung Dinilai Kurang Peduli


SEJUMLAH angkot sedang mengetem di kawasan Pasar Bawah, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Jumat, 13/12/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jumlah angkutan kota (angkot) di Bandar Lampung dilaporkan terus menyusut. Sementara, pemerintah setempat terkesan kurang peduli karena belum memberikan solusi. Padahal, keberadaan angkot sebagai transportasi publik dipandang penting di sebuah kota.

“Pada 2012, saya memiliki 50 unit angkot. Ketika masuk bus rapid transit (BRT) Trans Bandar Lampung, satu tahun kemudian angkot saya berkurang. Sejak itu hingga kini terus berkurang. Sekarang, tersisa cuma 25 unit. Biaya operasional tidak seimbang dengan pemasukan,” kata Deni Alizar, pemilik angkot jurusan Sukabumi-Tanjungkarang, Sabtu, 15/12/2018.

Menurutnya, angkutan massal akan terus tergerus bila Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tidak memberi perhatian dan solusi. Terlebih, pemerintah setempat seolah-olah ingin menghapuskan angkot. Hal itu terlihat dari aturan izin perpanjangan trayek yang terkesan menyulitkan para pemilik angkot.

“Karena biaya operasional besar, terpaksa kami jual satu per satu (angkot). Pemerintah juga tidak memberikan solusi. Kami sulit memperpanjang izin trayek. Kami merasa khawatir apakah tahun-tahun mendatang angkot masih dipakai atau tidak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Zibaidi, pemilik angkot lainnya. Angkotnya kini tersisa 40 unit dari semula 80 unit. Penyusutan tersebut mulai terlihat drastis pada 2017.

“Sekarang paling banyak 40 unit. Tapi, tidak semua sering jalan (beroperasi), yang masih sering beroperasi sekitar 35 unit. Kalau sepi penumpang, mereka (sopir angkot) cuma menarik setengah hari,” kata dia.

Zibaidi juga sependapat dengan Deni. Salah satu faktor berkurangnya jumlah angkot karena biaya operasional yang tidak sesuai dengan penghasilan. Selain itu, persaingan bisnis transportasi makin ketat. Sementara, pemerintah setempat belum mengeluarkan kebijakan yang berdampak baik bagi pengusaha angkutan umum, seperti angkot.(*)

Baca juga Dalam Setahun, Angkot di Bandar Lampung Susut 900 Unit

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Pembangunan Dilanjutkan, Gedung Pasar Smep Ditarget Rampung Akhir Tahun

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Proyek pembangunan Pasar Smep dilanjutkan kembali oleh PT Asmi Hidayat. Proyek yang sempat …