Transportasi Online Kian Menjamur, Angkot-BRT Bandar Lampung Jarang Terlihat


SEJUMLAH angkot sedang mengetem di kawasan Mal Ramayana, Tanjungkarang, Bandar Lampung, Jumat, 13/12/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kendaraan berbasis aplikasi atau yang jamak disebut transportasi online resmi beroperasi di Bandar Lampung pada April 2017. Saat itu, kemunculannya ditandai dengan operasional Go-Jek.

Baca Awal April 2017 Mendatang, Go-Jek Mulai Beroperasi di Lampung

Seiring waktu, pertumbuhan transportasi online kian menjamur. Tak hanya Go-Jek, kini ada Grab dan Oke Jack. Namun, keberadaan kendaraan berbasis aplikasi itu tidak linier dengan kehidupan transportasi massal konvensional, seperti angkutan kota (angkot) dan Bus Rapid Transit (BRT) Bandar Lampung. Moda transportasi umum tersebut mulai jarang terlihat.

Pantauan duajurai.co pada Jumat, 14/12/2018, hanya sesekali angkot jurusan Tanjungkarang-Pahoman yang tampak melintas di Jalan Raden Intan. Berselang 30 menit, melintas angkot jurusan Tanjungkarang-Telukbetung.

Pemandangan serupa juga tampak di Jalan Zainal Abidin Pagaralam. Tidak banyak angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa yang melewati kawasan tersebut. Angkot serupa baru tampak melintas sekitar satu jam kemudian. Berbeda dengan ojek online yang hampir setiap menit lalu-lalang di sana.

Pun demikian dengan BRT Bandar Lampung yang mencari penumpang di Jalan Soekarno-Hatta, By Pass. Angkutan massal dengan trayek Rajabasa-Panjang itu sekali-sekali melintas. Bahkan, dalam waktu satu jam, hanya satu unit BRT yang lewat By Pass. Ketika dicek ke Terminal Rajabasa, juga satu unit yang tampak mengetem.(*)

Baca juga:

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Datsun-Pajero Bertabrakan di Depan DPRD Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Datsun berwarna abu-abu menabrak Mitsubishi Pajero putih di depan kantor DPRD …