Kampanye Antihoax, Masyarakat Lampung Diminta Saring Informasi Sebelum Sharing


ANGGOTA Komisi I DPRD Lampung Mardani Umar saat Sosialisasi UU ITE dan Kampanye Antihoax di Kantor Desa Sawo Jajar, Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Kamis, 13/12/2018. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Komisi I DPRD Lampung Mardani Umar meminta masyarakat agar menyaring dahulu sebuah informasi sebelum membagikannya di media sosial. Hal tersebut disampaikan Mardani saat Sosialisasi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Kampanye Antihoax di Kantor Desa Sawo Jajar, Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, kemarin.

“Sebelum mendistribusikan informasi, terutama di dunia maya, maka sebaiknya menyaring terlebih dahulu. Atau saring dahulu sebelum sharing (membagikan),” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima duajurai.co, Jumat, 14/12/2018.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung itu mengatakan, menyebarkan informasi palsu atau hoax, dapat terancam hukuman pidana maksimal enam tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Aturan dimaksud sebagaimana tertuang dalam UU ITE.

“Pasal 45 ayat (2) UU ITE berbunyi setiap orang yang memenuhi unsur yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2), maka dipidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar,” ujar Mardani yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Lampung.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Musrenbang RKPD, Nanang Ermanto Sebut Angka Kemiskinan Lampung Selatan Turun

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan bergerak turun. Besaran penurunan relatif …