Sidang Korupsi PU-PR Lamsel: Dakwaan JPU KPK Sebut Nama Wahyu Lesmono


AGUS Bhakti Nugroho (kemeja hijau) menjalani sidang perdana terkait perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lamsel, Kamis, 13/12/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang menggelar sidang perdana terhadap Agus Bhakti Nugroho (BN), Kamis, 13/12/2018. Anggota DPRD Lampung nonaktif itu diadili dalam perkara dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lampung Selatan (Lamsel).

Saat membacakan dakwaan, Ali Fikri, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), menyebut nama Wahyu Lesmono. Saat ini, Wahyu tercatat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung. Dia juga Ketua DPD PAN Bandar Lampung. Ketika Agus terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Lampung.

Berdasar surat dakwaan, Wahyu disebut telah memberikan uang senilai Rp750 juta di halaman parkir Kantor DPD PAN Bandar Lampung. Uang itu sebagai plotting (perencanaan) untuk sejumlah paket pekerjaan yang diberikan kepada Wahyu.

“Paket-paket pekerjaan di Dinas PU-PR Lamsel (tahun anggaran) 2018 yang telah di-plotting untuk Wahyu Lesmono sebesar Rp7,5 miliar. Itu sudah dilelang dan dimenangkannya,” kata Ali.

Berdasar data yang diperoleh duajurai.co, berikut paket pekerjaan yang menang lelang:

  1. Peningkatan Jalan Dusun Jepang-Dusun Talang Sawo, Kecamatan Natar
  2. Peningkatan Jalan Banjar Sari-Tanjung Sari Natar
  3. Peningkatan Jalan Rambutan, Natar
  4. Peningkatan Jalan Sidodadi-Tejomartini, Natar
  5. Peningkatan Jalan Tangkil Natu-Mujimulyo, Natar
  6. Peningkatan Jalan Mandah-Branti Raya
  7. Peningkatan Jalan Desa Bandar Rejo
  8. Peningkatan Jalan Wonosari-Waysari
  9. Peningkatan Jalan Purwo Sari-Purbo Sembodo, Natar, perbatasan Lampung Timur.(*)

Baca juga Sidang Korupsi PU-PR Lamsel: Agus BN Setor Rp72,7 Miliar kepada Zainudin Hasan

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Zainudin Hasan Divonis 12 Tahun, Kuasa Hukum: Terlalu Tinggi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pihak kuasa hukum menilai, vonis 12 tahun penjara terhadap Zainudin Hasan masih terlalu …